Minggu 05 Januari 2020, 22:05 WIB

Iran segera Selesaikan Langkah Nuklir Berikutnya

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Iran segera Selesaikan Langkah Nuklir Berikutnya

Dok.Mi/AFP
Kesepakatan nuklir Iran 2015

 

IRAN akan memutuskan, Minggu (5/1), tentang langkah selanjutnya untuk melanjutkan komitmennya pada perjanjian nuklir 2015 dengan negara-negara besar.

Hal itu diutarakan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, beberapa hari setelah pembunuhan komandan militer Iran, Qassem Soleimani, oleh Amerika Serikat.

Presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian 2015 antara Teheran dan enam kekuatan utama pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran yang telah melumpuhkan ekonominya.

Permusuhan antara kedua negara meningkat tajam setelah serangan pesawat nirawak AS, Jumat (3/1) lalu, di Baghdad, Irak, yang menewaskan Soleimani.

"Malam ini, akan ada pertemuan yang sangat penting untuk memutuskan tentang langkah nuklir kita selanjutnya dan pelaksanaan kesepakatan ... mengingat ancaman baru-baru ini (oleh AS) harus digarisbawahi dalam politik, semua perkembangan dan ancaman terkait satu sama lainnya," kata juru bicara Abbas Mousavi seperti dikutip oleh kantor berita negara, IRNA.


Baca juga: Warga Kashmir Tempuh Perjalanan Berjam-jam untuk Akses Internet


Sebagai reaksi terhadap kebijakan AS tentang 'tekanan maksimum' sejak Trump menarik diri dari perjanjian nuklir, Iran secara bertahap menjauhkan diri dari kesepakatan itu. Teheran berupaya mengekang kegiatan nuklirnya dengan imbalan pencabutan banyak sanksi internasional.

Iran telah memperingatkan pihak mereka akan mengurangi komitmennya jika pihak-pihak Eropa dalam perjanjian gagal melindungi ekonomi Teheran dari sanksi AS.

Pada November, Iran memberi Inggris, Prancis, dan Jerman tenggat 60 hari ketiga untuk menyelamatkan kesepakatan atau menghadapi penurunan lebih lanjut dari komitmen Iran untuk pakta nuklir. (Ahram Online/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More