Senin 06 Januari 2020, 02:00 WIB

Pink Bersimpati untuk Australia

Melalusa Susthira K | Hiburan
Pink Bersimpati untuk Australia

amazon.com
Alecia Beth Moore atau dikenal dengan nama panggung Pink

 

PENYANYI, penulis lagu, dan aktris Alecia Beth Moore atau dikenal dengan nama panggung Pink, menyampaikan kesedihan mendalam atas kejadian kebakaran hutan yang melanda Australia sejak September 2019. Korban tewas hingga Minggu (5/1) dilaporkan bertambah menjadi 24 orang dan ratusan bangunan hancur.

"Saya sangat sedih melihat kebakaran yang terjadi di Australia sekarang," cicit Pink, Sabtu (4/1), di akun Twitter-nya.

Perempuan berusia 40 tahun itu lalu mengunggah daftar organisasi yang dapat disumbangkan para pengikutnya dan berjanji untuk menyumbangkan US$500 ribu atau senilai Rp6,9 miliar untuk membantu memadamkan kebakaran hutan yang terjadi di sana.

"Saya menyumbangkan US$500 ribu langsung pada layanan pemadam kebakaran setempat yang berjuang sangat keras di garis depan. Doaku untuk teman dan keluarga di Oz," cicit pelantun Just Give Me a Reason dan Get the Party Started itu. Oz merupakan sebutan lain untuk Australia dalam ragam percakapan.

Simpati yang diberikan Pink atas kebakaran hutan di Australia menuai pujian dari warganet. Misalnya, akun @sarahparke.r yang mengaku gembira atas pengumpulan donasi itu.

Sarah merupakan warga negara Australia yang tengah berada di Canberra. Kualitas udara ibu kota Australia itu menjadi yang terburuk di dunia sejak beberapa hari lalu karena asap dari seluruh negeri. Sebelumnya, saat dirinya berada di Gold Coast, baru-baru ini, langit di sana menghitam dan bara-bara api seperti jatuh dari langit.

"Donasi ini membuat saya sangat senang. Anda membantu begitu banyak orang, mereka yang kehilangan segalanya, dan mencegahnya terjadi pada orang lain. Terima kasih," balasnya kepada Pink.

 

Buat gletser cair

Selain Pink, aksi yang sama dilakukan sejumlah pesohor dunia lainnya seperti aktris kelahiran Australia, Nicole Kidman, yang mengunggah daftar yang sama dan menambahkan janjinya sebesar US$500 ribu.

Simpati untuk peristiwa kebakaran hutan di Australia juga datang dari aktor tampan Leonardo DiCaprio dan aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg. DiCaprio membagikan sikap Thunberg melalui akun Instagram-nya. Keduanya dikenal sebagai aktivis lingkungan.

Thunberg mengatakan, Australia terbakar dan musim panas di sana baru saja dimulai. Kebakaran baru-baru ini di Sydney meningkatkan suhu kawasan itu menjadi 48,9 derajat Celsius. Korban tewas diperkirakan lebih dari 20 orang dan sekitar 500 juta hewan mati karena kebakaran hutan di sana.

Menurut Sydney Morning Herald, kebakaran di Australia telah memuntahkan 2/3 emisi nasional tahunan dan memicu melelehnya gletser di Selandia Baru. "Dan semua ini masih belum menghasilkan tindakan politik apa pun karena kita masih gagal membuat hubungan antara krisis iklim dan peningkatan peristiwa cuaca ekstrem dan bencana alam seperti kebakaran di Australia. Itu harus berubah," seru Thunberg.

Dilansir Fox News, kebakaran hutan yang telah terjadi sejak September 2019 sudah menghanguskan 5 juta hektare lahan dan menghancurkan lebih dari 1.500 rumah. Petugas pemadam kebakaran Australia terus berjuang dalam kondisi berbahaya, dengan kebakaran di negara bagian New South Wales dan Victoria diperkirakan akan membakar secara tak terkendali dalam suhu di atas 40 derajat Celsius (104 Fahrenheit) dan angin kencang yang bergeser mengancam untuk mengipasi dan menyebarkan api.

Di negara bagian terdampak yang terletak di tenggara Australia, New South Wales (NSW) yang beribukotakan Sydney, langit bahkan berubah menjadi hitam dan menurunkan hujan abu.

"Kami tidak bisa berpura-pura bahwa ini adalah sesuatu yang telah kita alami sebelumnya. Tidak. Beberapa kota kecil yang tidak pernah mengalami ancaman kebakaran hutan kini terancam musnah total," kata Menteri Utama negara bagian NSW, Gladys Berejiklian.

Di selatan NSW, Cooma, krisis kebakaran berubah menjadi bencana banjir ketika sebuah menara besar yang menampung 4,5 juta liter air menyapu mobil-mobil dan memenuhi rumah-rumah dengan lumpur. (AFP/Ant/H-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More