Minggu 05 Januari 2020, 23:35 WIB

Lebak Tetap Siaga

Depi Gunawan | Nusantara
Lebak Tetap Siaga

ANTARA
Banjir bandang di Lebak

 

PEKAN lalu, banjir bandang dan longsor menghembalang enam kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten. Delapan warga tewas, enam tertimbun, satu warga lainnya hanyut.

Bencana juga membuat 28 jembatan dan tiga sekolah hancur terbawa arus, seribu lebih rumah rusak berat dan 17.200 warga harus mengungsi.

Sampai Minggu (5/1), evakuasi dan penanganan korban bencana masih dilakukan. PMI membantu dengan menurunkan kendaraan amfibi Hagglunds untuk mengevakuasi korban dari lokasi yang sulit dijangkau kendaraan biasa. Tak mau kalah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga menurunkan satu helikopter untuk mendistribusikan bantuan ke lokasi yang terisolasi.

Selesaikah? Ternyata belum. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lebak, Kaprawi memperingatkan warga untuk tetap waspada.

“BMKG memperkirakan dalam 10 hari ke depan, sebagian wilayah Lebak dilanda hujan dengan intensitas lebat, sedang dan ringan. Warga di kaki gunung dan aliran sungai harus meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.

Sementara di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, banjir bandang di Perumahan Cimareme Indah, Kampung Pajagalan dan Kampung Lebaksari menyisakan pekerjaan berat untuk petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup. Setelah banjir, mereka harus mengangkut 58 ton sampah.

“Kami akan membersihkan sampah sampai benar-benar bersih,” tekad Kepala Unit Kebersihan Rudi Huntadi.

Di Solok Selatan, Sumatra Barat, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jhon Wempi Wetipo berjanji akan membantu pembenahan daerah ini setelah diterjang banjir bandang. “Kami perlu data-data, termasuk rencana lahan relokasi.”
 
Minggu (5/1), hujan deras membuat jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam, Sumatra Selatan, tertutup tanah longsor. Bencana itu terjadi di wilayah Desa Tanjung Mulak, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat. Tanah longsor juga terjadi di empat titik di wilayah Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Bencana lain berupa banjir melanda jalan utama Pamekasan-Sampang, Jawa Timur. Sementara tiga desa di Lembata, Nusa Tenggara Timur, juga dibuat tidak berdaya karena angin kencang.


Siaga bencana

Daerah lain di Tanah Air juga bersiap menghadapi bencana. Beragam cara digunakan BPBD untuk membuat masyarakat peduli, sehingga dampak bencana bisa dikurangi.

Di Jawa Barat, misalnya, BPBD mengaktifkan media sosial dan Desa Tangguh Bencana. “Dengan informasi lebih awal, kami harap warga mampu mengantisipasi bencana, menyiapkan peralatan dan menjauh dari lokasi,” ujar Kepala Seksi Kedaruratan, Budi Budiman.

BPBD Majalengka pun bersiap diri karena sejumlah lokasi rawan pergerakan tanah. “Kami mengintensifkan pengawasan di Kecamatan Munjul dan Lemah Sugih. Selain tanah longsor, di wilayah ini kejadian itu juga bisa menyebabkan banjir bandang saat material longsor jatuh ke sungai,” ujar Kepala Seksi Kedaruratan Rezza Permana.

Personel BPBD di Cianjur, selama musim penghujan ini, dibekali tas siaga bencana. Tas itu berisi peralatan lapangan, ransum makanan dan perlengkapan kesehatan. “Para petugas lapangan harus menggunakan tas siaga bencana. Setiap saat mereka juga mengenakan seragam lapangan dan perlengkapannya,” jelas Sekretaris BPBD M Irfan Sofyan. (WB/YH/DW/JL/PT/MG/BY/UL/BB/BK/AT/FL/AU/LD/RF/AD/WJ/OL/RD/PO/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More