Minggu 05 Januari 2020, 17:45 WIB

Tanaman Vertiver, Pemecah Keheningan di Helikopter Kepresidenan

Siti Retno Wulandari | Humaniora
Tanaman Vertiver, Pemecah Keheningan di Helikopter Kepresidenan

Dok. BNPB
Tanaman Vertiver yang akan ditanam di hutan gundul untuk meminimalisir terjadinya longsor

 

ADA keheningan dalam kabin helikopter kepresidenan usai gagal mendarat di Kecamatan Sukajaya, Bogor. Namun, tak lama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera memecah suasana tersebut dengan bertanya perihal yang bisa dilakukan guna mencegah bencana longsor kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo.

“Pak Doni, apa yang harus dilakukan (untuk mencegah longsor),” tanya Presiden kepada Doni di dalam kabin helikopter, Minggu (5/1).

Dengan spontan, Doni pun menjawab untuk segera mengembalikan fungsi lahan.

“Kembalikan fungsi lahan dengan menanam vertiver, Pak Presiden,” jawab Doni.

Doni lantas menjelaskan jika vertiver adalah jenis tanaman yang dikenal dengan nama akar wangi atau narwastu. Tanaman ini sejenis rumput dan berasal dari India. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Poaceae, masih sekeluarga dengan sereh atau padi. 

Sekalipun berjenis rumput, vertiver memiliki akar yang menghujam hingga kedalaman 2-2,5 meter. Tak pelak, vertiver menjadi pilihan terbaik untuk ditanam di lahan bekas HGU yang telah digunduli tanpa reboisasi.

“Ribuan lokasi bekas HGU, pohonnya sudah ditebangi dan ditinggal begitu saja," ungkap Doni.

Bercampur kebisingan suara baling-baling helikopter, mantan Komandan Paspampres itu menyampaikan ke Presiden sisa-sisa akar pohon yang ditebang lantas membusuk dan saat musim hujan tiba dengan curah tinggi mengakibatkan rongga tanah rentan longsor. Rumah-rumah penduduk pun dengan mudah dan singkat dilumat arus lumpur longsoran yang deras.

Akar wangi, atau vertiver, lanjut Doni, adalah pencegah longsor terbaik.

“Bioteknologi vertiver sudah diujicoba dan mendapat pengakuan World Bank bahkan PBB. Di banyak tempat dan negara, tanaman ini sudah dikenal luas sebagai tanaman pencegah longsor,” tutur Doni.

Baca juga: Presiden Jokowi Berbelasungkawa untuk Korban Longsor Bogor

Mendengar penjelasan tersebut, Kepala Negara segera memerintahkan Doni Monardo menanam vertiver di area gundul, utamanya di lereng-lereng pegunungan.

Doni diminta melibatkan anggota TNI yang punya kualifikasi panjat tebing termasuk kelompok Wanadri, kelompok pendaki gunung yang memiliki keahlian mendaki.

“Tahap awal saya siapkan seratus-ribu bibit akar wangi, Bapak Presiden,” sambut Doni.

Doni mendapat PR agar menanam di daerah dengan tingkat kemiringan tertentu yang dalam kondisi gundul dan rawan longsor. Doni menyebut, bukan satu-dua lokasi saja melainkan terdapat ribuan titik rawan longsor di Tanah Air.

Itu semua diawali dengan pemberian HGU kepada perusahaan tanpa kontrol serta kewajiban menghijaukan kembali lahan HGU diabaikan dan telah digunduli semena-mena. Penggundulan itu sudah terjadi 10 hingga 20 tahun yang lalu dan tahun-tahun ini baru berdampak longsor.

Dengan adanya instruksi presiden untuk menanam akar wangi tadi, diharapkan ke depan tragedi longsor bisa dikurangi atau bahkan dicegah sama sekali.

"Di sela-sela tanaman akar wangi akan diseling tanaman keras seperti sukun, aren dan alpukat. Selain punya nilai ekologis, juga punya nilai ekonomis,” tukas Doni.

Begitulah, pembahasan vetiver di atas helikopter pun menjadi sesuatu yang konkret. Pembahasan itu terjadi lantaran para penumpang VVIP dan VIP di helikopter kepresidenan Super Puma L-2 AS-332 gagal mendarat dan kembali menuju Landasan Udara Atang Sanjaya. Di dalam helikopter selain Presiden dan Kepala BNPB juga ada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Mereka sempat kecewa lantaran tak bisa langsung melihat langsung kondisi warga terdampak musibah di Kecamatan Sukajaya. Namun, begitu sampai kembali di Atang Sanjaya, Presiden segera memerintahkan Menteri Basuki untuk datang ke Kecamatan Sukajaya melalui akses jalan darat.

Kementerian PUPR mencatat ada enam desa di Kecamatan Sukajaya yang terisolir akibat jalan akses tertutup longsor yakni Desa Kiarasari, Kiara Pandak, Urug, Cisarua, Cileuksa dan Pasir Madang.

Menteri Basuki sejak Sabtu (4/1) sesuai arahan Presiden telah mengirimkan 6 alat berat ke lokasi longsor, yaitu 6 eskavator, 1 loader dan 1 buildozer.(RO/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More