Minggu 05 Januari 2020, 14:30 WIB

12 Ribu Pasukan Oranye Bantu Bersihkan Rumah Warga Pascabanjir

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
12 Ribu Pasukan Oranye Bantu Bersihkan Rumah Warga Pascabanjir

MI/MOHAMAD IRFAN
Bersih-bersih lumpur sisa banjir.

 

DINAS Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengerahkan kekuatan penuh dalam Kerja Bakti Jakarta pascabanjir. Kerja bakti akbar yang merupakan instruksi langsung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, ini digelar serentak di 390 RW yang terdampak banjir se-Jakarta, Minggu (5/1).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Andono Warih, mengatakan telah menindakjuti instruksi Gubernur tersebut.  Pihaknya menerjukan lebih dari 800 Pengawai Negeri Sipil (PNS) dan 12ribu personel pasukan oranye. Mereka akan bergabung dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Baca juga: PMI Jakarta Pusat Semprot Disinfektan di Petamburan

Sedangkan, sarana yang diturunkan, ungkap Andono, berupa 1.400 truk sampah, 200 alat berat berbagai jenis, 50 unit road sweeper atau penyapu jalan otomatis, dan 100 pick up lintas. “Kami turunkan hampir seluruh kekuatan, baik personel dan sarana untuk membantu korban banjir membersihkan kampung dan rumahnya,” kata Andono.

Andono juga mengungkapkan, truk sampah yang membawa sampah penanganan pascabanjir akan diproritaskan di TPST Bantargebang. “Kami siapkan jalur khusus di TPST, sehingga ritasi makin optimal,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies R Baswedan, juga menyerukan kerja bakti serentak untuk membantu warga yang terdampak banjir. Anies menyerukan ajakan kepada seluruh warga Jakarta untuk ikut turun tangan dengan hadir bersama dalam kerja bakti Jakarta, Ahad (5/1) pukul 06.00 WIB di RW-RW yang terdampak banjir.

Dalam pesan tersebut, Anies mengatakan, seluruh jalan-jalan di kampung di komplek masih banyak yang kotor oleh lumpur, rumah dan perabotan belum semua dibersihkan, puing-puing sisa banjir masih ada yang tersisa. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More