Minggu 05 Januari 2020, 11:42 WIB

Kementan Dukung Program Sikomandan Pemerintah Bali

M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Kementan Dukung Program Sikomandan Pemerintah Bali

DOk. Ist
Mentan Syahrul Yasin Limpo (kanan) dukung program ternak sapi di Bali melalui MoU

 

KEMENTERIAN Pertanian bersama Pemerintah Provinsi Bali menandatangani nota kesepahaman terkait populasi sejuta sapi Bali yang mendukung program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri atau disebut Sikomandan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menuturkan Bali memiliki potensi pertanian dan peternakan yang amat besar. Melalu nota kesepahaman tersebut, Kementan akan mendukung seutuhnya program peternakan dan pertanian di Pulau Dewata.

"Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pembangunan pertanian menuju pertanian yang maju, mandiri, dan modern" kata Syahrul dalam keterangan resmi, Minggu (5/1).

Ia mengharapkan produktivitas sektor pertanian dan peternakan di Bali dapat terus meningkat hingga hasilnya dapat diekspor. Hal itu, lanjut Syahrul, akan sejalan dengan gerakan tiga kali ekspor (Gratieks).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita, mengatakan, dalam rangka mewujudkan program sejuta ternak sapi bali di 2025, dibutuhkan peningkatan jumlah induk sapi sebesar 30%-45% dari populasi saat ini.

Baca juga:  Mentan Harap Bali Jadi Lokomotif Ekspor Pertanian

Selain itu, peningkatan jumlah kelahiran pedet (anak sapi yang baru lahir hingga umur 8 bulan) hingga 80%-85% dan angka kematiannya diturunkan hingga 5% serta diikuti dengan penurunan pemotongan sapi Bali betina produktif sebesar 5%-10% dari jumlah pemotongan yang tercatat saat ini untuk mendorong program sejuta ternak sapi tersebut.

"Apabila parameter-parameter tersebut tercapai, maka program sejuta ternak sapi Bali akan kita capai. Ditjen PKH selalu siap mendukung program ini, karena hal ini sejalan dengan Sikomandan, salah satu program penting dari bapak Mentan SYL," jelasnya

Sementara Gubernur Bali, Wayan Koster, mengungkapkan, penyediaan pangan merupakan salah satu hal yang menjadi program utama saat ini. Dengan dukungan yang diberikan Kementan, ia berharap program Pemerintah Daerah Bali dapat terbantu.

"Bali kaya akan komoditas pertanian lokal seperti jeruk, salak, kopi, sapi, kambing dan lain-lain. Namun komoditas-komoditas ini belum diberdayakan secara optimal. Ke depan, diharapkan bantuan Kementan untuk mengoptimalkan potensi ini," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More