Minggu 05 Januari 2020, 11:23 WIB

Warga Pondok Pinang Sebut Banjir Tahun Ini Terparah Sejak 2007

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Warga Pondok Pinang Sebut Banjir Tahun Ini Terparah Sejak 2007

MI/Putri Anisa
Ibu Sumiyati, Warga RT 15 RW 5 Pondok Pinang

 

SUMIYATI, 74, tersenyum lega saat melihat para pegawai Kelurahan Pondok Pinang dan Kecamatan Kebayoran Lama bekerja bakti membersihkan wilayah tempat tinggalnya di RT 15 RW 05 Kelurahan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

"Alhamdulillah dibersihkan. Kemarin juga sudah disemprot sama Damkar. Soalnya di sini listrik belum nyala kan jadi belum bisa nyalain kran air untuk bersih-bersih," kata Sumiyati kepada Media Indonesia, Minggu (5/1).

Ia menyebut warga di wilayahnya memang sudah langganan dihampiri air luapan Kali Pesanggrahan setiap musim hujan. Namun, untuk tahun ini, banjir cukup membuat nenek dua cucu itu terhenyak dan susah tidur.

Bagaimana tidak, setelah dua tahun lamanya wilayah itu hanya digenangi air setinggi mata kaki, pada malam pergantian tahun ini, air luapan Kali Pesanggrahan begitu cepat naik hingga setinggi 2 meter dan memenuhi seluruh ruang lantai satu kediamannya di Jalan Pondok Pinang.

"Ini paling parah sejak 2007. Sebelumnya, dua tahun ke belakang hanya semata kaki atau sebetis. Kalau kemarin pas tahun baru air naik cepat. Saya nggak bisa tidur karena takut tambah naik lagi. Tapi Alhamdulillah ga naik lagi jadi saya ga perlu mengungsi," ujarnya.

Baca juga: UKPD Kebayoran Lama Kerja Bakti di Kelurahan Pondok Pinang

Karena kerap menjadi langganan banjir, warga telah memitigasi dengan membangun rumah dua lantai. Tidak ada alat elektronik di lantai satu.

Namun, masih ada warga yang hanya memiliki rumah satu lantai. Akhirnya terpaksa mengungsi saat air naik begitu tinggi.

Sumiyati yang tinggal di Pondok Pinang sejak 1984 menuturkan saat banjir tahun 2007 ketinggian air menyentuh teras beranda lantai 2 rumahnya. Namun saat itu ia tidak mengungsi karena masih belum memasuki kamar di lantai 2.

"Itu sudah tinggal sejengkal lagi masuk ke lantai 2. Lalu habis itu banjir nggak tinggi-tinggi banget. Hanya sepinggang atau sebetis. Dari 2007 sampai 2018 malah cuma numpang lewat saja airnya. Baru ini yang paling tinggi," tuturnya.

Menurutnya di era Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama genangan tidak bertahan 24 jam.

"Saat itu PPSU sama petugas yang pakai baju biru itu rajin bersihkan saluran. Sekarang sudah jarang," tukasnya.

Ia pun mengharapkan Pemprov DKI segera melakukan program penanganan banjir agar banjir serupa tidak terulang.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More