Minggu 05 Januari 2020, 07:50 WIB

Tiongkok-Jepang Terlibat Desain Ibu Kota Baru

Media Indonesia | Politik dan Hukum
Tiongkok-Jepang Terlibat Desain Ibu Kota Baru

MI/RAMDANI
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pan­djaitan

 

PEMERINTAH menyebut konsultan dari Tiongkok dan Jepang akan terlibat dalam pe­rencanaan desain ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kaliman­tan Timur. Rancangan juga akan melibatkan desain dasar dari hasil sayembara ibu kota yang baru diumumkan beberapa waktu lalu.

“Ada dua konsultan asing kelas dunia yang akan bantu masalah lingkungan, desain urban (perkotaan), masalah arsitekturnya, dan lain-lain,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pan­djaitan, di Jakarta, Sabtu (4/1).

Kedua konsultan asing itu akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta anak bangsa dari berbagai perguruan tinggi Indonesia untuk merancang ibu kota baru.

Menurut Luhut, tadinya ada lima konsultan asing yang rencananya akan ikut terlibat dalam perancangan desain ibu kota baru, yakni konsultas asing Amerika Serikat (AS), Inggris, Tiongkok, dan Jepang.

Namun, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memilih konsultan asal Tiongkok dan Jepang untuk membantu meran­cang ibu kota baru.

Luhut menegaskan konsultan asing itu nantinya hanya akan terlibat pada fase peren­canaan. Sementara pendana­an, khususnya untuk fasilitas inti seperti kantor presiden dan gedung pemerintahan nantinya, akan berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Pendanaan untuk fasilitas pendukung kota nantinya bisa saja berasal dari investasi ­asing, termasuk dari dana yang dikumpulkan dalam format Sovereign Wealth Fund yang akan digagas Indonesia dalam waktu dekat.

“Dua-duanya, kita minta dua-duanya (terlibat). Jadi, nanti ada spesiali­sasi dari yang Tiongkok, ada spesialisasi yang Jepang. Nanti kita kawinkan dengan anak-anak Indonesia,” katanya.

Untuk menyewa konsultasi asing itu, pemerintah akan menyiapkan sejumlah anggaran, dari APBN atau Sovereign­ Wealth Fund yang akan dibentuk.

“Memangnya ada yang free of charge (gratis)? Bisa saja nanti (bentuknya) hibah, tapi per hari ini posisinya masih seperti itu (menyewa),” ujarnya seraya berharap persiapan desain bisa rampung tahun ini agar bisa segera dimulai konstruksinya. (Ant/Medcom/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More