Minggu 05 Januari 2020, 07:20 WIB

Pemuda Merawat Kebinekaan ala Gus Dur

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Pemuda Merawat Kebinekaan ala Gus Dur

MI/Andry Widyanto
(Dari kiri) Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto, Sekjen Garda Pemuda NasDem Haerul Amri, Wakil Ketua Umum GP NasDem Ivanhoe Semen.

 

PRESIDEN Indonesia ke-4 Abdurrahaman Wahid alias Gus Dur selama hidupnya dikenal dengan perjuangan kerasnya merawat kebinekaan dan pluralisme. Para pemuda perlu belajar dari pemikiran-pemikiran Gus Dur itu untuk mencegah perpecahan bangsa.

Hal itu mengemuka dalam  dialog kepemudaan bertema Pemuda bineka merawat Indonesia, di Jakarta, kemarin. Acara yang digelar DPP Garda Pemuda (GP) NasDem itu untuk memperingati Haul ke-10 Gus Dur.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) GP NasDem Moh Haerul Amri mengatakan dialog diadakan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kebinekaan yang telah diperjuangkan oleh Gus Dur selama hidupnya, khususnya bagi para pemuda.

“Gus Dur ialah figur bapak bangsa yang konsisten antara ucapan dan tindakan. Konsistensi itu beliau wujudkan dengan pembelaannya terhadap kaum minoritas,” tutur pria yang akrab disapa dengan Aam itu.

Menurut Aam, pemikiran-pemikiran Gus Dur tentang nilai-nilai penghormatan terhadap kebinekaan dan pluralisme wajib dijaga oleh para pemuda. Pemikiran-pemikiran Gus Dur sangat dibutuhkan Indonesia di tengah munculnya gejala politik identitas yang merusak dan memecah belah persaudaraan bangsa.

“Akhir-akhir ini gelombang informasi begitu deras. Memiliki nilai positif dan negatif karena justru tidak sedikit kemajuan teknologi digunakan untuk menyebar ujaran-ujaran kebencian,” ungkapnya.

Aam melanjutkan, GP NasDem dan para pemuda lain diharapkan mampu menuangkan perspektif pemikiran Gus Dur dan mengimplementasikannya dalam merawat Indonesia. Peran pemuda penting untuk terus menyuarakan pikiran Gus Dur demi mencegah dampak buruk politik identitas yang memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua GP NasDem Ivanhoe Semen menuturkan pemikiran almarhum Gus Dur masih dibutuhkan untuk menjawab tantangan Indonesia ke depan. Karakter bangsa Indonesia dengan sifat gotong royongnya jangan sampai luntur.

“Tantangan Indonesia ke depan berbeda dengan masa sebelumnya di masa Gus Dur. Namun, kita harapkan ke depan akan muncul Gus Dur-Gus Dur baru yang akan memperjuangkan perkjuangan Gus Dur menjaga keutuhan NKRI yang cinta keberagaman dan pluralisme,” imbuhnya.

Ivanhoe juga mengajak para pemuda kembali merajut persatuan dan kesatuan demi mewujudkan Indonesia maju. Hal itu sejalan dengan yang dibangun pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

 

Efek samping

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto menilai Gus Dur ialah salah satu orang yang sangat menjaga prinsip untuk menjaga perkataan dan perbuatan. Ajaran beliau penting untuk dipelajari oleh setiap kalangan pemuda.

“Ini ajaran yang selalu beliau ajarkan. Gus Dur memberikan ruang yang sangat luar biasa tentang keberagaman,” paparnya.

Sunanto melanjutkan para pemuda memiliki tantangan untuk meminimalisasi efek samping dari pemikiran Gus Dur tentang keberagaman. Salah satunya, lahirnya ke­lompok-kelompok yang me­rongrong batasan-batasan terkait toleran­si yang sudah dibangun.

“Ini tantangan generasi muda sekarang. Kebinekaan perlu dibangun dengan cara pandang yang luas,” tandas Sunanto .

Acara peringatan Haul ke-10 Gus Dur itu ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolik untuk korban banjir di Jakarta dan sekitarnya. (P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More