Minggu 05 Januari 2020, 06:10 WIB

Solidaritas Bencana tanpa Batas

Gana Buana | Megapolitan
Solidaritas Bencana tanpa Batas

MI/AGUNG WIBOWO
Ketua Yayasan Media Group, Ali Sadikin (kedua dari kiri) menyerahkan bantuan kepada perwakilan pengungsi.

 

PULUHAN orang berjajar di tanah berlumpur di Kampung Lurah, Kecamatan Bekasi Timur, sambil memegang seutas tambang. Tambang itu terhubung ke Suzuki Ertiga hitam. Dengan aba-aba, tambang itu ditarik.

“Satu, dua, tiga, tarik!!” Muji, sela­­ku koordinator, berteriak spontan mengomando warga saat mengevakuasi mobil itu, kemarin.

Dengan semangat gotong royong, mobil yang terdampar di lumpur akibat tersapu banjir sejak Rabu (1/1) itu akhirnya dapat diangkat ke jalan.

Hartono, pemilik mobil, mengaku sangat bersyukur atas pertolongan warga di Kampung Lurah. Sejak banjir melanda permukimannya, mobil Hartono terbawa arus sejauh 700 meter. Ia mengaku tidak sempat memanggil bantuan dari pihak mana pun. “Belum sempat minta bantuan, tetangga saya sudah nawarin diri. Alhamdulillah,” kata dia.

Bukan hanya di Kampung Lurah, aksi solidaritas serupa juga ber­lang­­sung di posko pengungsian Jatimakmur, Bekasi.  Dwi Astuti, 46, salah satu relawan Aksi Cepat Tanggap Bekasi yang aktif membantu di posko itu.

Sejak hari pertama banjir menerjang Bekasi, Dwi sudah terjun langsung melakukan proses evakuasi kor­ban.

“Banyak warga yang menghubungi meminta tolong sambil mena­ngis. Di situ saya menenangkan dan memastikan keluarga mereka selamat,” kata Dwi, kemarin. Setelah melihat penderitaan korban banjir, rasa solidaritas Dwi pun terpanggil. Ia melakukan tugas kemanusiaan itu sukarela.

Di kawasan Cipinang Melayu, Ja­­karta Timur, Wali Kota Jakarta Ti­­mur M Anwar, kemarin, terlihat ikut kerja bakti bersama warga membersihkan endapan lumpur sisa banjir. “Kita membersihkan lumpur setebal sekitar 30-40 cm di Masjid Al Hidayah,” kata Anwar.

Kerja bakti pascabanjir itu dilaku­­kan Anwar bersama hampir 1.000 orang termasuk SKPD dan personel TNI-Polri.

 

Evakuasi hewan

Tidak terbatas pada manusia, pertolongan juga dilakukan kepada binatang piaraan. Relawan Tim Animal Lover Bersatu mengevakuasi sejumlah anjing dan kucing di Ciledug Indah, Tangerang.

“Kita menindaklanjuti laporan Ibu Tina Lim di Ciledug Indah yang melaporkan 1 ekor anjing dan 4 kitten-nya belum terevakuasi. Setelah ke lokasi, ada 8 ekor bisa diselamatkan, 1 mati, dan beberapa masih hilang,” kata Rusfian Karim dari Tim Animal Lover Bersatu, kemarin.

Marrysa Tanjung Sari, relawan dari Animal Defenders Indonesia, juga melakukan hal serupa dan memba­gikan kisahnya lewat Instagram Story.

“Sepanjang perjalanan kami mencari suara hewan atau informasi he­­wan terjebak banjir. Ada kucing meong-meong stres dan terlihat lapar,” tulis Sasha dalam akun Instagramnya @poeticpicture.

Berbagai aksi solidaritas tanpa batas yang bermunculan di dunia nyata dan media sosial itu, menurut pengamat sosial politik Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun, merupakan pertanda baik.

“Itu menunjukkan keadaan psikologis dan nalar umum bangsa kita masih sehat. Ada kesediaan berkorban, serta turut membantu mengatasi dan meringankan beban korban banjir Jabodetabek,” pungkas Ubedilah. (Ata/Tri/Ths/X-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More