Minggu 05 Januari 2020, 02:00 WIB

Fesyen Hijau di Tren 2020

Suryani Wandari | Weekend
Fesyen Hijau di Tren 2020

DOK. INDONESIAN FASHION CHAMBER
Busana-busana yang dapat diterapkan dalam beragam gaya serta mudah dirawat.

DI tengah berbagai bencana alam yang melanda Bumi sekarang ini, bicara tren fesyen yang sekadar soal penampilan memang tidak etis. Terlebih dari berbagai studi disebutkan jika industri fesyen menghasilkan emisi karbon setara emisi yang dihasilkan dari gabungan lalu lintas pesawat dan kapal.

Menyadari urgensi permasalahan lingku­ngan, organisasi desainer Indonesia, Indonesian Fashion Chamber (IFC), memasukkan hal tersebut dalam tren fesyen 2020. Dalam ajang 23 Fashion District 2019 yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/12), para desainer menampilkan koleksi di bawah tema 23 Fashion district towards sustainable fashion trend forecasting 2020/2021.

“23 Fashion District tahun ini berupaya memberikan edukasi dan lebih memperkenalkan tentang fesyen berkelanjutan kepada para pelaku industri fesyen maupun masyarakat luas. Dengan memperhatikan dan menerapkan konsep fesyen berkelanjutan, dapat menjadi nilai tambah produk fesyen Indonesia sehingga lebih unggul dalam bersaing dengan produk fesyen di pasar dunia,” papar Ali Charisma, National Chairman IFC, dalam rilis yang diterima Media Indonesia.

Tema sustainability dijabarkan lagi dalam empat subtema, yakni essentiality yang mengutamakan ke­sederhanaan dan kualitas; exploitation yang mengeksplorasi teknik kamuflase; spirituality yang mengedepankan elemen tradisi dan kultur; dan exploration yang menekankan pada permainan warna natural hingga metalik.

Salah satu koleksi menarik dihadirkan Deden Siswanto. Dalam koleksinya yang berpotongan oversized dan serbatumpuk, Deden mengungkapkan jika ia mengartikan keberlangsungan dengan fesyen yang sederhana dan berkualitas. Karena itu pula ia membuat busana-busana yang dapat diterapkan dalam beragam gaya serta mudah dirawat.

Untuk menyempurnakan tampilan koleksi, ia menggunakan aksesori berbahan jerami yang dipakaikan untuk menutup kepala. “Kalau diteliti, aksesori jerami yang dipakai sebagai penutup kepala merupakan penggambaran semangat tukang kebun dan manusia dalam memulihkan hutan Indonesia,” ungkap Deden.

Antibasi

Mengartikan fesyen berkelanjutan dengan usia pakai yang panjang dipilih Stella Lewis. Terinspirasi dari mitologi klasik Ramayana, Stella mengeluarkan koleksi bermaterial batik berpotongan serbabesar, seperti handkerchief dress dan padanan celana palazzo serta cropped blouse dengan garis tangan ala kimono, tapi ekstra panjang.

Stella mengungkapkan, material batik dipilih karena dinilai abadi sepanjang masa. Dengan begitu koleksi itu akan tetap tren meski zaman berganti. Selain itu, batik tulis diangkat untuk mempertahankan pamornya yang mulai banyak disaingi batik print.

Koleksi menarik lainnya datang dari Raegitazoro yang mengeluarkan koleksi bernama Moefakat. Sebagaimana karakter desainnya, gaya sporty, edgy, seksi, dan elemen warna neon hadir dalam koleksi ini.

Kali ini palet warna yang digunakan desainer asal Ban­dung itu ialah cokelat dan hijau neon.
Koleksi ini juga mengadopsi gaya yang dapat dikenakan di beragam kesempatan.

Desainer lain yang ambil bagian ialah desainer senior Lenny Agustin. Ia masih tetap dengan ciri khasnya, yakni paduan gaya adati, playful, dan warna-warni cerah.

Kali ini ia menyatukan gaya Jawa dan Kalimantan. “Potongan dasarnya adalah busana adat Jawa seperti kebaya, yaitu blus berpotongan lancip di bagian bawah depan dengan detail bordir bunga-bungaan dan busana adat suku Dayak Kali­mantan bulan kurung yang bersiluet H dengan sulaman tangan warna-warni, tapi dipresentasikan dalam koleksi busana yang bergaya urban,” kata Lenny.

Menurutnya, busana yang dibuatnya dari bahan, seperti katun, batik, tenun, dan detail sulaman tangan beragam teknik ini memang diperuntukkan untuk wanita pencinta seni yang memang ingin selalu tampil beda.

Selain itu, ada pula koleksi dari  Pricilla Saputro dan Agus Sunandar. (M-1)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Bidasan Bahasa Normal Baru

👤Suprianto Annaf Redaktur Bahasa Media Indonesia 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:55 WIB
Masyarakat kenormalan baru berperilaku hidup lebih sehat. Bukan individualistis, koruptif, sekuler, dan...
ANTARA/FAUZAN

Mengartikan Kenormalan Baru

👤Sumaryanto Bronto 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:20 WIB
SEJAK awal sejarahnya, manusia menjadi makhluk yang melintas zaman karena akal yang mendukung kemampuan...
Frazer Harrison/Getty Images/AFP

Kylie Jenner Palsukan Status Miliarder

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:00 WIB
Sebagai artis memang harus eksis tidak hanya di prestasi, tetapi juga pergaulan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya