Sabtu 04 Januari 2020, 22:08 WIB

Marak Aksi Solidaritas Banjir, Nalar Masyarakat Sehat

Atalya Puspa | Megapolitan
Marak Aksi Solidaritas Banjir, Nalar Masyarakat Sehat

MI/ANDRI WIDIYANTO
membersihkan rumahnya dari sampah dan lumpur akibat banjir di kawasan Kampung Pulo, Kampung Melayu.

 

BERBAGAI aksi solidaritas bermunculan di dunia nyata maupun sosial media untuk korban banjir Jabodetabek. Pengamat Sosial Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun mengungkapkan, aksi solidaritas yang hadir di dunia nyata maupun maya merupakan sebuah pertanda bahwa masyarakat Indonesia masih memiliki nalar yang baik.

"Aksi solidaritas untuk korban banjir yang meluas di dunia maya maupun nyata, itu menunjukan suatu keadaan psikologis maupun nalar umum bangsa Indonesia masih sehat. Ada semacam kesediaan berkorban untuk turut membantu mengatasi dan meringankan beban korban banjir Jabodetabek," kata Ubedilah kepada Media Indonesia, Sabtu (4/1).

Setelah sebelumnya pada ajang kontestasi politik persatuan masyarakat Indonesia sempat menegang, namun Ubedilah menilai aksi solidaritas bencana ini menandakan bahwa masyarakat dan elit politik dapat membedakan mana soal kompetisi politik dan mana soal kemanusiaan.

"Saling menyerang saat pemilu adalah salah satu dari dinamika kompetisi politik, sedangkan empati dan peduli pada korban banjir adalah soal kemanusiaan," ujarnya.

Dirinya juga melihat adanya empati dari masyarakat luas terhadap upaya pemerintah dalam mengatasi kasus banjir Jabodetabek.

"Aksi solidaritas secara politik juga menunjukkan bahwa ada semacam empati dari publik terhadap upaya pemerintah DKI Jakarta maupun pemerintah pusat untuk mengatasi keadaan banjir Jabodetabek ini. Meskipun riak kritik dari beberapa analis juga harus didengar pemerintah," tandasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More