Sabtu 04 Januari 2020, 20:23 WIB

DMI Kerja Bakti Bersihkan Masjid Terdampak Banjir di Jabodetabek

Sri Utami | Megapolitan
 

Suara mesin pel lantai marmer memenuhi ruangan Masjid Jami Ayatul Amal, Kampung Melayu, Jakarta Timur, sejak pagi tadi. Benda yang bergerak memutar dengan bulu-bulu hitam di bagian bawahnya itu dikendalikan oleh Wandi Sobari.

Dengan telaten Wandi menggerakan mesin tersebut membersihkan setiap jengkal lantai masjid. Sudah dua hari Wandi bersama 30 orang dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) membersihkan masjid-masjid yang terdampak banjir di Jabodetabek.

"Kami sejak kemarin sudah mendatangi masjid-masjid yang kena banjir. Tidak hanya di Jakarta tapi Jabodetabek," ujarnya.

Baca juga: Bank BJB Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir Jabodetabek & Banten

Wandi yang menjadi Koordinator Bersih-Bersih Masjid DMI mengatakan timnya berpencar mencari dan membersihkan setiap masjid yang berhari hari terendam banjir.

Dalam sehari tim bersih-bersih tersebut bisa membersihkan dua masjid. Hal tersebut karena waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan total masjid hingga bisa digunakan untuk ibadah empat hingga lima jam.

"Satu tim tiga orang dan juga dibantu oleh warga atau kelompok lain misalnya dibantu oleh Brimob atau warga," ujarnya.

Hingga saat ini, Sabtu (4/1) timnya sudah membersihkan tujuh masjid di antaranya masjid Al Hidayah di Bukit Duri Pangkalan dan Masjid Jami Ayatul Amal di Kampung Melayu Jakarta Timur.

"Ada beberapa masjid yang tertunda seperti di Pondok Gede belum bisa dibersihkan mengingat belum bisa dijangkau, listrik, dan air masih mati," terangnya.

Dia mengungkapkan banyak masjid yang terendam banjir dengan ketinggian air mencapai dua meter. Kondisi tersebut membuat masjid porak poranda serta sarana masjid yang rusak akibat terjangan banjir.

"Banyak yang rusak seperti sound sistem-nya, mimbar juga, sajadah kotor karena lumpur jadi harus dibersihkan betul," ucapnya.

Wandi dan timnya membutuhkan alat khusus termasuk alat pengering untuk mengeringkan sajadah, pengepel untuk mendorong air kotor, serta air yang disemprotkan dengan alat khusus untuk menghilangkan lumpur yang menempel di berbagai sudut yang sulit dibersihkan.

"Kami masih terus lanjut sampai benar-benar situasi aman. Untuk alat-alat kami bawa sendiri," tukasnya. (Sru/A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More