Sabtu 04 Januari 2020, 20:16 WIB

NasDem Gelar Haul Gus Dur ke-10 Lewat Diskusi Kebhinekaan

Putra Ananda | Politik dan Hukum
NasDem Gelar Haul Gus Dur ke-10 Lewat Diskusi Kebhinekaan

MI/ANDRI WIDIYANTO
Haul Gusdur di RM Garuda Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, hari ini.

 

DPP Garda Pemuda (GP) NasDem menggelar acara peringatan Haul ke 10 Presiden Indonesia ke IV Abdurrahaman Wahid alias Gus Dur dengan melaksanakan dialog kepemudaan bertema 'Pemuda Bhineka merawat Indonesia'.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) GP NasDem Moh Haerul Amri mengatakan bahwa diskusi ini diadakan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kebhinekaan yang telah diperjuangkan oleh Gus Dur selama hidupnya, khususnya bagi para pemuda.

"Gus Dur adalah figur bapak bangsa yang konsisten antara ucapan dan tindakan. Konsistensi itu beliau wujudkan dengan pembelaannya terhadap kaum minoritas," tutur pria yang akrab disapa dengan Aam ini di Jakarta, Sabtu, (4/1).

Menurut Aam, pemikiran-pemikiran Gus Dur tentang nilai-nilai penghormatan terhadap kebhinekaan dan pluralisme wajib dijaga oleh para pemuda khususnya GP NasDem. Pemikiran-pemikiran Gus Dur sangat dibutuhkan Indonesia ditengah munculnya gejala politik identitas yang merusak dan memecah belah persaudaraan satu sama lain.

"Akhir-akhir ini gelombang informasi begitu deras. Memiliki nilai positif dan negatif karea justru tidak sedikit kemajuan teknologi digunakan untuk menyebar ujaran-ujaran kebencian," ungkapnya.

Aam melanjutkan, GP NasDem dan para pemuda-pemuda lain diharapkan mampu menuangkan perspektif pemikiran Gus Dur dan mengimplementasikannya dalam merawat Indonesia. Peran pemuda penting untuk terus menyuarakan pikiran Gus Dur sehingga mampu mencegah dampak buruk dari politik identitas yang memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi.

"Pemuda harus mengambil peran untuk merawat keberagaman kita seperti yang pernah dilakukan Gus Dur," paparnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua GP NasDem Ivanhoe Semen menuturkan pemikiran Gus Dur masih tetap dibutuhkan untuk menjawab tantangan Indonesia ke depan. Karakte bangsa Indonesia denga sifat gotong royongnya jangan sampai luntur.

"Tantangan Indoensia ke depan berbeda dengan masa sebelumnya di masa Gus Dur. Namun kita harapkan ke depan akan muncul Gus Dur - Gus Dur baru yang akan memperjuangkan perkjuangan Gus Dur menjaga keutuhan NKRI yang cinta keberagaman dan pluralisme," ujarnya.

Ivanhoe juga mengaja agar para pemuda kembali merajut persatuan dan kesatuan demi mewujudkan Indonesia maju sejalan dengan yang dibangun pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Dialog Kepemudaan hari inidiharap mampu mendorong terajutnya kembali keberagaman sebagai ciri khas bangsa Indonesia. Fokus dalam membangun Indonesia Maju,” ucap Ivanhoe.

Menambahkan, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto menilai Gus Dur ialah salah satu orang yang sangat menjaga prinsip untuk menjaga perkataan dan perbuatan. Ajaran beliau penting untuk dipelajari oleh setiap kalangan pemuda.

"Ini ajaran yang selalu beliau ajarkan, Gus Dur memberikan ruang yang sangat luar biasa tentang keberagaman," paparnya.

Sunanto melanjutkan para pemuda memiliki tantangan untuk meminimalisir efek samping dari pemikiran Gus Dur tentang keberagaman yaitu lahirnya kelompok-kelompok yang meronrong batasan-batasan terkait toleransi yang sudah dibangun.

"Ini tantangan generasi muda sekarang. Kebhinekaan perlu dibangun dengan cara pandang yang luas," ujarnya.

Selain mennggelar acara diskusi kebhinekaan, acara perayaan peringatan Haul ke 10 Presiden Indonesia ke IV ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolik untuk korban bencana banjir di sekitar Jakarta. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More