Sabtu 04 Januari 2020, 17:05 WIB

Jakarta Banjir, Pemprov: Saluran belum Sempat Dikosongkan!

Sri Utami | Megapolitan
Jakarta Banjir, Pemprov: Saluran belum Sempat Dikosongkan!

MI/Andry Widyanto
Warga terdampak banjir kawasan cipinang melayu tengah tidur dengan alas seadanya di pengungsian Universitas Borobudur, Jakarta, Sabtu (4/1).

 

SEKRETARIS Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Dudi Gardesi membantah tuduhan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gagap dalam mengantisipasi banjir yang terjadi pada 1 Januari 2020. Dudi mengungkapkan itu guna menanggapi tuduhan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo.

"Pada tanggal satu itu terjadi hujan deras dan kondisi saluran penuh, belum sempat dikosongkan. (Pemerintah Provinsi DKI Jakarta) tidak (gagap) tapi memang luar biasa kejadiannya," ujar Dudi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (4/1).  

Baca juga:NasDem Minta Anies Rampungkan Normalisasi Sungai

Ia menambahkan banjir sempat terjadi sebelumnya pada pertengah Desember 2019 akibat hujan lokal di beberapa titik. Tim dari Dinas Sumber Daya Air langsung turun dan memperbaiki saluran air yang menyebabkan banjir saat itu.

"Beberapa waktu lalu ada genangan air di depan Ratu Plaza dan Atmajaya akibat kesalahan bangunan kami. Lalu kami melakukan perbaikan saluran. Kejadian 31 Desember 2019 (1 Januari 2020) semua di luar ini," ungkapnya.

Dudi juga menepis tudingan bahwa alarm atau early warning tidak berfungsi termasuk beberapa pompa air yang tidak bisa difungsikan karena terlanjur terendam banjir.

"Early warning kami jalan tapi memang tidak semua titik. Kita punya ratusan contohnya Katulampa, Pasar Ikan, Pluit, Cideng itu nyambung semua," imbuh Dudi.

Baca juga: Ketua DPRD: Jajaran Pemprov DKI Jakarta Gagap Hadapi Banjir

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, menilai Pemerintah Provinsi DKI tidak siap menghadapi banjir sekarang ini. Ketidaksiapan itu terlihat antara lain pada kurang memadainya peralatan untuk menanggulangi banjir seperti pompa air.

“Dulu pada tiap tahun anggaran APBD kita beli alat. Salah satu contohnya alat- alat penyedot air untuk ke atas. Beli aki tahun 2019, bulan 11 pas dinyalakan, enggak nyala akinya (buat pompa). Artinya, persiapan semacam ini saja pihak eksekutif enggak siap. Harusnya dengan adanya curah hujan mulai turun, sudah cek barang semua untuk kita perang di lapangan,” kata Prasetyo, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (3/1). (Sru/A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More