Sabtu 04 Januari 2020, 12:20 WIB

Penggantian Dokumen Kependudukan Korban Banjir Langsung Jadi

Gana Buana | Megapolitan
Penggantian Dokumen Kependudukan Korban Banjir Langsung Jadi

Dok MI
Ilustrasi arsip

 

DINASKependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi mengaku akan segera menerbitkan dokumen kependudukan milik warga korban banjir. Namun, khusus hari ini, kuota pencetakan terbatas hanya 100 pemohon pertama.

“Hari ini terbatas hanya 100 pemohon,” ungkap Kadisdukcapil Muhammad Taufiq, Sabtu (4/1).

Taufiq mengatakan, petugas saat ini ada yang melakukan jemput bola memverifikasi berkas warga di lapangan. Hal itu akan dilakukan hingga pukul 12.00 WIB.

Baca juga: Dokumen dan Berkas Hancur, Korban Banjir Resah

Selanjutnya, pencetakan dokumen penggantian dilakukan. Bila tidak ada halangan, sore nanti, dokumen akan diberikan kembali pada warga korban banjir.

“Hari Senin nanti, baru mulai kita optimalisasi, kantor-kantor Kecamatan juga sudah mulai melakukan pencetakan penggantian secara bertahap,” jelas Taufiq.

Penggantian dokumen kependudukan ini, jelas dia, merupakan tindak lanjut dari Surat Kemendagri nomor: 470/32/DUKCAPIL yang terbit pada 3 Januari lalu bahwa pemerinyah daerah diminta aktif pendataan dan mengantarkan dokumen kependudukan. Terutama di daerah-daerah penduduk terimbas banjir.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Pondok Gede Permai, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, mengaku resah dengan hancurnya dokumen kependudukan dan berkas-berkas penting. Apalagi ijazah yang merupakan bekal mencari kerja juga ikut rusak terendam.

Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi pun mulai mendatangi korban banjir, Sabtu (4/1).

Para petugas mendata dan memverifikasi data kependudukan milik warga sebagai bekal penggantian berkas yang rusak. Adapun, tiga lokasi jemput bola yakni di Perum Villa Jatirasa, Kecamatan Jatiasih; Perum Kejaksaan, Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan dan Kampung Rawa Pasung, Kalibaru, Medansatria.

Setelah itu, petugas akan mencetak dokumen kependudukan di kantor kecamatan masing-masing. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More