Sabtu 04 Januari 2020, 11:42 WIB

PDIP: Kendalikan Banjir Tanda Kepala Daerah Bermutu

Cahya Mulyana | Megapolitan
PDIP: Kendalikan Banjir Tanda Kepala Daerah Bermutu

Antara
Warga menyelamatkan diri dari banjir

 

PDIP menilai bencana banjir yang mengepung DKI Jakarta tidak lepas dari buruknya tata kelola lingkungan. Mutu kepemimpinan kepala daerahnya juga berkaitan dengan tragedi yang menelan puluhan korban jiwa berikut ribuan warganya mengungsi.

"Banjir di ibu kota negara cermin rusaknya tata kelola lingkungan. Dengan mempelajari kepemimpinan Jokowi, Ahok, dan Djarot Syaiful Hidayat ketika menjadi Gubernur DKI, juga kepemimpinan Tri Rismharini Wali Kota Surabaya, Hendrar Prihadi atau Hendi, Wali Kota Semarang, persoalan pencegahan dan pengendalian banjir itu merupakan ukuran mutu kepemimpinan kepala daerah yang baik," terang Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan resmi, Sabtu (4/1).

Menurut dia, Semarang yang secara topografis tidak jauh beda dengan Jakarta menghadapi ancaman karena naiknya muka air laut termasuk Surabaya juga tidak kalah kompleks. Namun, melalui program komprehensif, terarah, fokus, dan pemimpinnya yang memahami persoalan lapangan, kebijakan yang diberikan sangat jelas pencegahan banjir.

"Kedua kota besar tersebut terbukti efektif mengendalikan dan mencegah banjir. Karena itulah apa yang terjadi di Jakarta tidak bisa diatasi dengan membagi nasi bungkus ketika banjir," katanya.

Hasto mengatakan tragedi banjir di Jakarta tidak bisa dibelokkan akar persoalannya dengan menyalahkan hulu sungai. Banjir merupakan persoalan kepemimpinan dan manajemen.

Baca juga: Kerja Bakti Pascabanjir Mulai Dilakukan

"Pernyataan selebar apa pun sungai di Jakarta, selama air dari selatan dibiarkan bebas mengalir ke daerah pesisir termasuk Jakarta, bukanlah pernyataan yang bijak dan cenderung cuci tangan," paparnya.

Mengenai sikap PDIP menilik banjir di beberapa daerah, khususnya di DKI, PDIP melalui Badan Penanggulangan Bencana Partai bergerak cepat melakukan evakuasi dan bantuan ke rakyat. Tidak hanya itu, dapur umum di DKI, Bekasi, dan Bogor serta beberapa daerah lain langsung didirikan.

“Partai hadir dengan seluruh nilai-nilai kemanusiaan. Ribka Ciptaning, Sadar Restu, Max Rulland, dan Adi Wijaya memimpin langsung program kemanusiaan tersebut. Kemampuan salah satu dapur umum di DPD PDI Perjuangan DKI bisa memberikan makanan sehat dan bergizi minimum 3.500 nasi kotak per hari. Aksi kemanusiaan ini untuk rakyat kecil tanpa membeda-bedakan pilihan politiknya," ungkapnya.

Langkah jangka panjang, kata dia, Rakernas I PDIP secara khusus akan menaruh perhatian pada persoalan tersebut.

"Tujuannya untuk melahirkan kebijakan komprehensif di dalam mencegah dan mengendalikan banjir untuk dijalankan bagi seluruh kepala daerah dari PDIP," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More