Sabtu 04 Januari 2020, 14:15 WIB

BPBD Bali Utamakan Pariwisata Aman Bencana

Arnoldus Dhae | Nusantara
BPBD Bali Utamakan Pariwisata Aman Bencana

ANTARA/Adhi Prayitno
Wisatawan di Bali melakukan swafoto

 

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, saat ini, sedang mengupayakan dan mengedepankan pariwisata yang aman bencana.

Kepala BPBD Bali Made Rentin menjelaskan Bali sebagai daerah tujuan wisata kelas dunia harus bisa mengedepankan pariwisata yang aman dari bencana alam.

Pariwisata yang aman bencana itu bukan berarti Bali tidak ada bencana atau potensi bencana tetapi minimal semua turis yang datang ke Bali bisa teredukasi dengan maksimal tentang potensi bencana, sistem dan cara kerja penanggulangan bencana, informasi dan sosialisasi tentang apa yang harus dilakukan bila terjadi bencana seperti gunung meletus, gempa bumi, tsunami, banjir dan sebagainya.

Baca juga: Keanekaragaman Budaya Warnai Peringatan Hari Amal Bhakti

"Bali ini hidup dari pariwisata. BPBD dan seluruh stakeholder terkait perlu menjaga Bali tetap nyaman. Karena turis itu membutuhkan keamanan (security), kenyamanan (safety), kepastian (surety), dan ketenangam atau kedamaian. Dalam konteks kebencanaan di Bali, kita harus mengedepankan apa yang disukai para wisatawan," ujarnya di Denpasar, Sabtu (4/1).

Ia menegaskan, mengedepankan pariwisata yang aman bencana bukan berarti BPBD Bali bisa mencegah terjadinya bencana. Potensi bencana itu tetap ada tetapi wisatawan butuh kepastian seperti ketersediaan informasi yang memadai, kehadiran petugas di lapangan jika terjadi bencana, ketersediaan infrastruktur yang memadai, penguatan kesiapsiagaan bencana, sistem peringatan dini yang komprehensif, dan seterusnya.

"Turis membutuhkan ini semua. Mereka aman dan nyaman serta pasti," ujarnya.

Di Bali, misalnya, BPBD harus menjamin itu semua tersedia. Kerja keras lintas sektor di Bali terhadap penanggulangan membuat risiko bencana terus menurun.

Hasil rekapitulasi data bencana Provinsi Bali 2019 bersumber dari BPBD Provinsi Bali melalui UPTD. Pengendalian Bencana Daerah (Pusdalops PB) menunjukan tren peristiwa menurun, dan korban bencana menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Selama 2019, BPBD Provinsi Bali mencatat kejadian 1.094 kejadian bencana yang didominasi hidrometereologi seperti kekeringan, banjir, tanah longsor . dengan prosentase 81% bencana hidrometerelogi dan 19% geologi.

Dari angka tersebut, BPBD Provinsi Bali mencatat dampak korban jiwa akibat bencana 2 korban meninggal. Sedangkan data kerugian sebesar Rp8.792.100.000.

Sekalipun tren korban bencana menurun drastis, hal itu tidak membuat BPBD Bali berbesar kepala. Berbagai upaya antisipasi bencana terus dilakukan. Melihat dari proyeksi prakiraan bencana 2020 dan berbagai sumber dari lembaga serta pakar, dan trend yang harus diwaspadai adalah jenis bencana hidrometerologi dan geologi seperti kekeringan, cuaca ekstrem, gempa bumi, bencana vulkanologi seperti erupsi gunung api.

"Kami mengimbau agar masyarakat Bali tetap waspada dan menggunakan informasi peringatan dini yang terpercaya dalam pengambilan keputusan kesiapsiagaan. Urusan bencana adalah urusan bersama, sinergi pemerintah dan masyarakat dengan mengutamakan kearifan lokal Bali akan menguatkan kesiapsiagaan bencana," tutup Made Rentin. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More