Sabtu 04 Januari 2020, 09:07 WIB

Pascabanjir, 566 Gardu Listrik di Jabodetabek Masih Padam

Husen Miftahudin | Megapolitan
Pascabanjir, 566 Gardu Listrik di Jabodetabek Masih Padam

Twitter @PLN_123
Petugas PLN sedang melakukan pengecekan pada gardu distribusi yang terdampak banjir.

 

PT PLN (Persero) terus melakukan pemeriksaan dan pembersihan gardu-gardu distribusi yang terdampak banjir di wilayah Jabodetabek. Hingga Jumat (3/1) pukul 17.00 WIB, PLN telah menyambung aliran listrik pada 5.750 gardu distribusi atau sebesar 91% gardu yang terdampak banjir.

Menukil Twitter resmi PLN, perusahaan listrik pelat merah itu mencatat ada sebanyak 6.297 gardu terdampak banjir di wilayah Jabodetabek. Sebanyak 566 gardu di antaranya masih dipadamkan sementara.

"Total terdampak sejalan dengan naik turunnya level air di beberapa wilayah," ujar PLN dalam rilis pada Sabtu (4/1).

Dalam memastikan listrik di lokasi terdampak banjir dapat dinyalakan, PLN mesti melakukan beberapa langkah. Di antaranya melakukan inspeksi, pembersihan, pengeringan, hingga pengecekan gardu distribusi.

Baca juga: Dinkes DKI: 5 Posko Siaga 24 Jam untuk Korban Banjir

PLN akan menyalakan aliran listrik setelah penandatanganan berita acara dengan Ketua RT/RW atau tokoh masyarakat setempat yang menyatakan instalasi listrik di rumah warga aman.

"Bila dinyatakan aman dan mendapat persetujuan penyalaan, PLN bisa menyalakan gardu yang terdampak banjir tersebut. Dalam hal ini, PLN utamakan keselamatan warga dalam pulihkan kelistrikan terdampak banjir."

Sebelumnya, Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, I Made Suprateka menyebutkan dalam mempercepat proses pemeriksaan, PLN menambah sekitar 100 personel yang berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Total 3.337 personel diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan dan penyalaan kembali gardu-gardu distribusi yang aman.

"Untuk mempercepat, kami juga mendapat tambahan personel dari Jateng dan Jatim. Semua unit PLN sinergi untuk mempercepat penormalan listrik," ungkap Made.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Jumat, 3 Januari 2020 pukul 23.00 WIB, jumlah pengungsi naik menjadi 173.064 orang atau sama dengan 39.627 kepala keluarga. Sementara jumlah korban meninggal dan hilang sebanyak 47 orang. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More