Sabtu 04 Januari 2020, 08:42 WIB

Dinkes DKI: 5 Posko Siaga 24 Jam untuk Korban Banjir

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Dinkes DKI: 5 Posko Siaga 24 Jam untuk Korban Banjir

MI/Putri Anisa Yuliani
Posko kesehatan bagi korban banjir di Kelurahan Bidara Cina

 

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyiagakan lima posko kesehatan 24 jam di daerah terdampak banjir, yakni di wilayah Kampung Pulo, Bidara Cina, dan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur.

Kelima posko kesehatan itu tepatnya terletak di Puskesmas Kampung Melayu, Kantor Sudinkes Jaktim, Rusun Jatinegara, GOR Otista, dan Kantor Kelurahan Bidara Cina.

Hingga berita ini diturunkan, para petugas kesehatan baik tim dokter, perawat, dan apoteker sedang melayani para korban banjir yang membutuhkan bantuan kesehatan. Hal itu juga membantah kabar yang beredar bahwa posko kesehatan milik Pemprov DKI Jakarta di wilayah Jatinegara tutup pelayanan.

Baca juga: 173.064 Warga Jabodetabek Masih Mengungsi

“Tadi ada kabar di media yang menyatakan posko kesehatan sudah tutup. Saya tegaskan, kabar itu tidak benar, karena saya keliling langsung ke lima posko itu, para petugas sibuk melayani korban,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti saat dikonfirmasi, Sabtu (4/1) dini hari.

“Tentu kami juga berkoordinasi dengan jajaran BPBD dan Dinsos. Jadi, selama ada pengungsi ya tetap buka 24 jam,” lanjutnya.

Maka dari itu, Widyastuti mengimbau warga yang terdampak banjir agar mengakses posko kesehatan 24 jam ini karena para petugas siap siaga melayani korban banjir yang menderita gangguan kesehatan atau ingin mencegah penyakit pascabanjir surut dengan beragam obat yang lengkap.

“Warga tidak perlu ragu-ragu, silahkan mengakses layanan posko kami yang buka 24 jam,” pesannya.

Sementara itu, menurut Koordinator Piket Posko Kesehatan Sudin Kesehatan Jakarta Timur Arif Syaiful Haq, pihaknya telah melayani 500 lebih pasien yang tersebar di seluruh posko kesehatan 24 jam di Jatinegara. Petugas pun dengan sigap melayani kebutuhan pasien.

“Kebanyakan pasien menderita penyakit yang datang bersamaan banjir, seperti ISPA, diare, demam, dan penyakit kulit. Tetapi, petugas kami dengan tanggap melayani serta memberikan obat-obatan terbaik,” ungkapnya.

Sementara itu di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur, masih terdapat 1.174 pengungsi yang tersebar di empat titik. Menurut petugas Kelurahan Bidara Cina, Adia, warga membutuhkan obat-obatan dasar seperti minyak kayu putih, minyak telon, obat sakit kepala, obat gatal-gatal kulit, dan diare.

"Kalau obat-obatan penyakit dalam sudah ada. Dokter puskesmas juga ada terus. Tapi yang dasar untuk luar seperti minyak kayu putih itu kurang. Pakaian dan pakaian dalam itu juga kurang. Karena rumah warga rata-rata habis terendam kan," ungkapnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More