Jumat 03 Januari 2020, 22:24 WIB

Pembuatan Pestisida Palsu Digerebek

Supardji Rasban | Nusantara
Pembuatan Pestisida Palsu Digerebek

MI/Supardji Rasban
Polisi gerebek gudang pestisida palsu

 

POLRES Brebes, Jawa Tengah (Jateng) gerebek tempat pembuatan pestisida palsu jaringan antarpulau di Desa Dukuhturi, Kecamatan Ketanggungan, kemarin.

Polisi juga mengamankan dua orang yakni pemilik gudang dan penyedia botol pestisida palsu.

Dari lokasi kejadian polisi menemukan jutaan botol bekas pestisida berbagai merek yang akan didaurulang. Ditemukan juga plastik label pestisida beraneka merek serta alat untuk daur ulang botol.

Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Tri Agung Suryomicho mengungkapkan, praktik daur ulang botol bekas pestisida merupakan pengembangan dari pengungkapan kasus pemalsuan pestisida beberapa waktu lalu.

"Dari pengungkapan kasus pestisida palsu beberapa waktu lalu kami kemudian menggerebek tempat ini dan ternyata di tempat ini sebagai tempat botol-botol bekas pestisida yang didaurulang," ujar Triagung.

Kasat Reskrim menerangkan botol-botol tersebut dikumpulkan pelaku dari para pemulung. Setelah dibersihkan, pelaku membuat label baru sesuai pesanan dan ditempelkan di botol.

"Selanjutnya dikirim ke para produsen obat pertanian palsu yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak hanya di Jawa, botol-botol ini juga dikirim ke produsen obat di Medan Sumatera Utara," terangnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Yulia Hendrawati yang ikut dalam penggerebekan menjelaskan, obat palsu sudah banyak beredar di wilayah Brebes.

"Kami sudah sering menerima keluhan petani soal kualitas obat yang tidak sesuai harapan," ujar Yulia.

Yuia mengimbau para petani untuk tidak membeli obat pertanian yang dijual di lapangan atau ke sawah-sawah.

"Lebih baik membeli obat-obatan pertanian di toko-toko obat pertanian yang sah," ucap Yulia.(OL-11)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More