Jumat 03 Januari 2020, 23:40 WIB

Sosok Alim itu Dipanggil Allah SWT

Dhk/H-1 | Humaniora
Sosok Alim itu Dipanggil Allah SWT

ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Prosesi pemakaman jenazah Wakil Ketua Umum MUI sekaligus Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyasdi Masjid Gede Kauman Yogyakarta, kemarin.

 

KOMPLEKS makam di belakang Masjid Jami’ Karangkajen Kota Yog­yakarta sekitar pukul 13.00 WIB, kemarin, dipenuhi warga. Sejumlah tokoh, yakni Menko PMK Muhadjir Effendy, Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir, dan eks Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, serta lainnya juga tampak di situ.

Siang itu mereka mengantarkan Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih, Tajdid, dan Tabligh, Prof Yunahar Ilyas di peristirahatannya yang terakhir di dunia ini. Yunahar Ilyas mengembuskan napas terakhir di RS Sardjito, Yogyakarta, pada Kamis (2/1) tengah malam pukul 23.47 WIB.

Kabar duka itu disampaikan ketua PP Muhammadiyah lainnya, yakni Agus Taufiqurrahman yang turut mendampinginya di rumah sakit. “Beliau memiliki masalah pada ginjalnya dan sedianya akan dioperasi. Semula dalam rangka persiapan cangkok ginjal. Namun, karena kondisinya menurun kemudian beliau dirawat di ICU,” jelas Agus dalam keterangannya di laman resmi Muhammadiyah, kemarin.

Setelah tim dokter memastikan bahwa ulama yang juga menjabat wakil ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu telah meninggal dunia, jenazahnya disemayamkan di Kantor PP Muhammadiyah di Jalan Cik Ditiro Nomor 23, Yogyakarta. Berikutnya dimakamkan di permakaman­ belakang Masjid Jami’ Kota Yogyakarta yang juga dihadiri sanak saudaranya. Isak tangis mereka tak terbendung mengantarkan almarhum Yunahar di permakaman­.

“Muhammadiyah kehilangan sosok teladan sekaligus ulama besar yang sangat berdedikasi terhadap dakwah Islam,” ujar Agus. Dalam kondisi kurang sehat pun Yunahar tetap aktif berdakwah. “Kajian dan karya beliau selalu menginspirasi kami generasi di bawah beliau,” kenang Agus.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh turut menyampaikan duka. Menurut dia, sosok Yunahar menjadi salah satu ulama panutan di kalangan MUI. “Beliau adalah sosok yang alim, bersahaja, konsisten dalam berpikir, bertutur kata, dan bertindak. Beliau juga sangat akrab dengan semua kalangan, pengayom, tokoh umat dan bangsa. Beliau menguasai ilmu keagamaan tetapi tetap rendah hati,” kenang Asrorun. (Dhk/H-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More