Jumat 03 Januari 2020, 21:21 WIB

Rubicon Bupati Karanganyar Nyangkut di Sungai Jlantah

Widjajadi | Nusantara
Rubicon Bupati Karanganyar Nyangkut di Sungai Jlantah

MI/Widjajadi
Mobil dinas mewah bupati Karanganyar nyangkut di sungai

 

MAKSUD hati ingin meninjau proyek Waduk Jlantah di Jatiyoso, Bupati Karanganyar Juliyatmono mencoba mengendarai sendiri mobil dinas Jeep Wrangler Rubicon untuk menyusur Sungai Jlantah, Jumat ( 3/1).

Malang nian, mobil seharga hampir Rp2 miliar itu malah tersangkut batu dasar sungai, sehingga tidak bisa meneruskan perjalanan.

''Ya maksudnya mau menjajal off road, menelusur sungai, tapi gardan mobil kena batu di sungai curam. Ketimbang gardan mobil kena, ya sudah, saya turun saja," tutur Juliyatmono, Jumat (3/1).

Dari komplek Pemkab di Kota Karanganyar, Juliyatmono masih duduk di samping sopir pribadi. Namun begitu mendekati lokasi yang akan dijadikan proyek Waduk Jlantah, bupati yang juga politisi Partai Golkar ini meminta sopirnya turun, dan kemudian mencoba mengendarai sendiri mobil dinas mewah yang baru di terima sepekan lalu.

Dia dengan penuh percaya diri, mengemudi masuk ke sungai melewati jalur yang biasanya digunakan untuk lewat escalator dan beckhoe untuk mengeruk waduk.

Sejumlah Pemkab Karanganyar yang ikut rombongan di proyek waduk, sempat memperingatkan, agar tidak memegang kemudi sendiri, karena medan sungai berbahaya. Tapi Juliyatmono tetap mencoba mengendari sendiri.

Kekhawatiran para pejabat yang menyertai peninjauan proyek waduk, jadi kenyataan. Sebab saat mencoba menyusur sungai berbatu itu, mobil berhenti karena kesangkut batu.

Tadinya Juliyatmono sempat nekat tekas gas, tapi mobil malah selip.

"Ya karena tersangkut batu di medan agak curam, ya sudah.Lebih baik berhenti biar ditarik excavator," imbuh Juli dengan tawa sumbang.

Ia mengaku sudah merasa mengoperasikan empat penggerak roda mobil ternyata belum bergerak.

Akhirnya karena jika dipaksakan akan merusak gardan, orang nomor satu di kabupaten 'Intan Pari' itu lebih memilih mobil dinaikkan ke atas dengan menggunakan tali seling yang dipasang di excavator.

Begitu sampai di jalan, mobil rubicon warna merah itu pun masih berfungsi baik.Tidak ada kerusakan mesin dan bisa jalab kembali. Juliyatmono berdalih, berani mencoba mengendarai sendiri susur sungai, karena  sungai itu biasa dilalui  excavator dan beckhu proyek waduk Jlantah.

"Saya pikir batu batuan sungai sudah mapan karena sering dilalui kendaraan berat proyek.Ternyata rubicon masih saja kesanhkut batu.Taoi sayabtidak.kapok off road," pungkas bupati Juli.

Pada bagian lain Arif Gunawan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Waduk Jlantah mengatakan waduk yang ditinjau Bupati Juliyatmono  ini masihroses dan baru berjalan sekitar 20 persenan saja.

"Baru masum tahapan pembebasan," ungkap dia yang menyebut waduk yang rencananya dibiayai dana Rp 100 miliar itu ditarget rampung 2022. (OL-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More