Jumat 03 Januari 2020, 20:40 WIB

Kini Ada AI untuk Mendeteksi Pelecehan dalam Email

Fetry Wuryasti | Weekend
Kini Ada AI untuk Mendeteksi Pelecehan dalam Email

Unsplash/ William Iven
Perusahaan NexLP membuat AI yang dapat mendeteksi pelecehan seksual dalam email.

BERAGAMNYA bentuk pelecehan seksual membuat para pencipta teknologi ikut membuat inovasi untuk menhadapinya. Kini hadir pula bot kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan untuk dapat mengidentifikasi intimidasi digital dan pelecehan seksual. Dikenal sebagai "#MeTooBots", hadir untuk memantau dan menandai komunikasi email antara kolega dan sedang diperkenalkan oleh perusahaan di seluruh dunia.

Pembuat bot ini, perusahaan NexLP, mengatakan tidak mudah untuk mengajarkan komputer tentang bentuk pelecehan. Jay Leib, kepala eksekutif perusahaan yang berbasis di Chicago ini, mengatakan dirinya juga tidak mengetahui semua bentuk pelecehan.


"Saya pikir hanya sekadar hanya berbicara kotor. Tapi pelecehan  datang dalam berbagai cara. Mungkin 15 pesan, berupa foto," ujar Leib dikutip dari Guardian,Jumat (3/1).

Bot menggunakan algoritma yang dilatih untuk mengidentifikasi potensi intimidasi, termasuk pelecehan seksual, dalam dokumen perusahaan, email, dan obrolan.

Apa pun yang dianggap AI berpotensi bermasalah kemudian dikirim ke pengacara atau manajer SDM untuk diselidiki. Bot akan mencari anomali dalam bahasa, frekuensi, atau waktu pola komunikasi lintas minggu, sambil terus-menerus belajar cara mengenali pelecehan.


"Ada banyak minat dari klien di berbagai sektor seperti layanan keuangan, farmasi," katanya. Di sisi lain, Prof Brian Subirana, seorang dosen AI di Harvard dan MIT, mengatakan gagasan menggunakan AI untuk menghilangkan pelecehan sangat menjanjikan meskipun kemampuan bot itu terbatas.

"Ada jenis pelecehan yang sangat halus dan sangat sulit untuk dimengerti AI,” katanya. AI hanya dapat melakukan analisis cerita dasar atau diajarkan untuk mencari pemicu spesifik dan tidak bisa melampaui parameter itu serta tidak bisa menangkap dinamika budaya antar pribadi yang lebih luas atau unik.

"Ini berarti bot berisiko meninggalkan celah atau terbukti terlalu sensitif. Kami tidak tahu kapan AI akan mematahkan batas 'pemahaman cerita',” kata Subirana. (M-1)

Baca Juga

Nokia

Dibanderol Rp1, 59 Juta, Nokia C3 Masuki Pasar Entry Level

👤Galih Agus Saputra 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 16:35 WIB
Di saat sama, Nokia juga merilis Nokia Power Earbuds...
FoxNews

Mau Adrenalin Jumpalitan? Jajal Wahana Rasa John Wick ini

👤Weekend 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 14:07 WIB
Roller coaster 4D tersebut akan hadir di Motiongate Dubai, awal...
MI/ARYA MANGGALA

Isyana Sarasvati dan Nadin Amizah Bersaing di AMI Awards

👤Fathurrozak 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 11:30 WIB
Isyana dan Nadin Amizah bersaing untuk kategori album terbaik...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya