Jumat 03 Januari 2020, 17:08 WIB

Menkopolhukam : Pemerintah Tidak Fobia Terhadap Islam

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Menkopolhukam : Pemerintah Tidak Fobia Terhadap Islam

MI/Fransisco Carolio Huatam Gani.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD (tengah) memberikan keterangan kepada awak media.

 

MENTERI Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menjelaskan bahwa pemerintah tidak memiliki fobia terhadap Agama Islam. Hal tersebut ia sampaikan usai menerima kunjungan dari rombongan Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) di kantor Menkopolhukam, Jakarta, Jumat (3/1).

"Menghilangkan isu fobia, tuduhan-tuduah yang menyasar pemerintah bahwa pemerintah fobia terhadap Islam itu sebetulnya tidak ada. LPOI dengan 14 ormas Islam yang hadir di sini mewakili 200 juta umat Muslim di Indonesia itu melihat tidak ada Islamfobia," ungkap Mahfud.

Mahfud menjelaskan selama ini pemerintah selalu dibuat seolah-olah benci terhadap umat Islam karena memiliki fobia terhadap agama Islam.

Mahfud menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah benci dan takut kepada umat Islam. Buktinya, selama ini Islam berkembang besar di tanah air.

"Kalau pemerintah benci terhadap Islam berarti kaum muslimin akan takut dan mengaku mereka Islam, justru hal itu tidak terlihat di Indonesia. Di Indonesia kehidupan Islam subur sehingga masyarakat jangan terpancing dengan istilah Islamfobia," lanjutnya.

Selain membicarakan terkait isu fobia Islam, dalam pertemuan tersebut Mahfud dan LPOI juga kembali menegaskan prinsip Pancasila sebagai ideologi dasar negara. Dijelaskan oleh Mahfud bahwa rombongan ormas Islam yang tergabung di LPOI tidak sepakat dengan adanya istilah khilafah sebagai ideologi menggantikan Pancasila.

"Ada hal yang prinsip yang landasan kita berbicara itu satu bahwa ormas-ormas Islam ini sebenarnya dia agak gerah juga terhadap isu-isu sistem lain khilafah yang sering ditawrkan yang sebenarnya agenda itu merusak," tuturnya.

Menurut Mahfud, tanpa Khilafah bangsa Indonesia sudah berdiri tegak dengan Islam. Hal tersebut diamini oleh Sekretaris Umum LPOI Lutfi A Tamimi yang menyebut bahwa LPOI menolak beridirnya khilafah di Indonesia.

"Nah sekarang diadu domba antara pemerintah sama umat Islam no way, tida ada khilafah di negeri ini loh adanya NKRI adanya presiden," ujar Lutfi.

Lutfi mengeaskan bahwa LPOI sangat mendukung kebijakan Menkopolhukam yang menolak dengan tegas bedirinya khilafah. Dirinya juga menegaskan bahwa ormas Hizbut Tahrir tidak mewakili umat Islam mayoritas di Indonesia.

"Jadi sudah kita bicarakan Kenapa kebijakan pak menteri tentang khilafah sudah tetap, mau hidup di indonesia ahlan wa sahlan wa marhaban. Tidak mau silahkan get out keluar," ujarnya. (Uta/OL-09)

Baca Juga

MI/ADAM DWI

Sidang Perdana Nurhadi Digelar Hari Ini

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 06:10 WIB
Nurhadi akan diadili bersama menantunya, Rezky Herbiono. Sidang perdana ini akan menguak unsur suap dan gratifikasi hasil penyidikan...
Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas

Relawan Jokowi Dorong Reshuffle Kabinet

👤Abdillah Muhammad Marzuqi 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 05:33 WIB
Jika Jokowi kukuh mempertahankan sejumlah menteri yang berkinerja buruk, hal itu akan membuat citra mantan Wali Kota Solo itu...
ANTARA

KPK masih Telaah Kasus TPPU Nurhadi

👤Ant/P-5 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 05:25 WIB
Sebelumnya terkait dengan dugaan TPPU Nurhadi, KPK juga telah menyita beberapa aset seperti lahan kelapa sawit di Padang Lawas, Sumatra...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya