Jumat 03 Januari 2020, 16:34 WIB

Indonesia Akan Intensifkan Patroli di Perairan di Natuna

Antara | Internasional
Indonesia Akan Intensifkan Patroli di Perairan di Natuna

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Mentri Luar Negri Retno Marsudi

 

MENTERI Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan hasil rapat koordinasi tingkat menteri menyepakati untuk melakukan intensifikasi patroli di wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna.

"Dari rapat tadi juga disepakati beberapa intensifikasi patroli di wilayah tersebut dan juga kegiatan perikanan yang memang merupakan hak bagi Indonesia untuk mengembangkannya di perairan Natuna," kata Menlu Retno, usai rapat di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat.

Menurut dia, telah terjadi pelanggaran oleh kapal-kapal Tiongkok di wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna.

"Kami baru saja melakukan rapat koordinasi untuk menyatukan dan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam menyikapi situasi di perairan Natuna. Dalam rapat tersebut kita menekankan kembali, pertama telah terjadi pelanggaran oleh kapal-kapal Tiongkok, di wilayah ZEE Indonesia," ujarnya.

Selanjutnya, kata Retno wilayah ZEE Indonesia sudah ditetapkan oleh hukum internasional yaitu melalui berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS).

"Tiongkok merupakan salah satu party dari UNCLOS 1982, oleh karena itu merupakan kewajiban Tiongkok untuk menghormati implementasi dari UNCLOS 1982," katanya.

Indonesia kata dia tidak pernah akan mengakui nine dash-line, klaim sepihak yang dilakukan oleh Tiongkok yang tidak memiliki alasan hukum yang diakui oleh hukum internasional terutama UNCLOS 1982.

Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) Laksamana Madya Bakamla A Taufiq, mengatakan akan menambah kekuatan menjaga wilayah ZEE Indonesia di perairan Natuna.

"Dari bu Menlu tadi kan sudah jelas. Kita akan hadir di sana dan kita akan melakukan klaim kita, (untuk penambahan kekuatan) itu rahasia," kata dia.

Bakamla sudah beberapa kali mengusir kapal-kapal Tiongkok yang masuk ke wilayah ZEE Indonesia di perairan Natuna, yakni pada 19, 24 dan 30 Desember 2019.

"Kalau sekarang sudah tidak ada, sudah diusir balik lagi, diusir lagi, kita akan pantau terus," ujarnya.(OL-4)

Baca Juga

AFP/Atta Kenare

Tolak Sikap Macron, Mahasiswa Iran Demo di Kedubes Prancis

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 16:46 WIB
Demonstran membawa poster dan spanduk bertuliskan pesan tegas, yang menentang pernyataan kontroversial dari Presiden Prancis Emmanuel...
Dok. Istana Kepresidenan

AS Nilai Indonesia Punya Peran Vital di Asia Tenggara

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 15:36 WIB
Sehingga, AS ingin memiliki hubungan yang lebih kuat dengan Indonesia di masa mendatang. Komitmen itu ditegaskan Menlu AS Mike Pompeo saat...
Dok. Kemenlu RI

Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama di Masa Pandemi

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 13:53 WIB
Kedua negara sepakat untuk memperkuat kerja sama yang bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi. Adapun kerja sama menyasar berbagai sektor,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya