Jumat 03 Januari 2020, 16:17 WIB

Dua Kampung di Sukajaya Bogor Lumpuh Total

Dede Susianti | Megapolitan
Dua Kampung di Sukajaya Bogor Lumpuh Total

MI/DEDE SUSIANTI
Kondisi lokasi bencana banjir di Cigudeg, Kabupaten Bogor, Rabu (1/1).

 

AKIBAT bencana longsor yang terjadi di tahun baru 2020, dua kampung di Kecamatan Sukajaya, bagian barat Kabupaten Bogor kini kondisinya lumpuh total.

Kedua kampung itu yakni Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya dan Kampung Ciputih Tonggoh, Desa Jaya Raharja.

Di Kampung Sinar Harapan, longsor bahkan menelan tujuh korban jiwa dengan tiga di antaranya belum ditemukan hingga saat ini, Jumat (3/1). Sinar Harapan dan beberapa kampung lainnya seperti di Kampung Cibuluh yang juga terkena longsor sendiri baru bisa diakses pada Jumat pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Media Indonesia di lapangan, di posko-posko penanganan dan pengingsian, sedikitnya saat ini ada 844 jiwa yang memgungsi.

Kondisi pengungsian pun sangat memprihatinkan. Pengusian dibagun oleh inisiatif warga sendiri dan belum terkoordinasi dengan baik. Para pengungsi pun belum tersentuh bantuan.

Kampung lain yang kini juga 'mati' ialah Kampung Ciputih Tonggoh, Desa Jaya Raharja. Kampung Ciputih Tonggoh ditinggalkan warganya yang berjumlah 450 kepala keluarga (KK) dengan sekitar 1.300 jiwa.

Akibat Gunung Handarusa yang longsor, sebanyak 34 rumah warga hilang tertimbun material longsoran berupa tanah, bebatuan dan pohon-pohon. Sementara puluhan rumah lainnya mengalami rusak dan puluhan rumah lainnya berpotensi terkena longsoran.

Untuk lokasi Ciputih Tonggoh bahkan belum banyak diketahui keberadaan dan kondisinya.

"Dari tahun baru tanggal satu mulai pukul enam. Yang 34 itu terjadinya longsoran setengah enam,"kata Kepala Desa Ciputih Tonggoh Unus Maulana.

Baca juga: Hulu dan Hilir Sama-sama Harus Dibenahi

Ke-34 rumah yang hilang karena tertimbun di antaranya rumah Haji Ali, Jahani, Kudil, Adang, Eful, Didin, Una dua rumah, Ahan, Waroh, Supian, Kodim, Laming, Hendaris Oleh, Begeng, Acih, Hendar, Asep, Raita, Haji Duloh, Ranah, Iding, Opik, Miskat, Yanti, Jajang, dan Resa.

"Itu yang catnya kelihatan sedikit yang hijU itu rumah saya. Saya di situ 6 orang," kata Haji Ali,60.

Warga lainnya Resa, 40, yang dua rumahnya juga hilang tertimbun mengatakan, dirinya tidak sempat menyelematkan harta bendanya. Dia menyelamatkan diri dengan hanya baju yang nempel di badannya. (A-4)

Baca Juga

ANTARA/Hafidz Mubarak A

Anies, Gubernur Terpopuler di Indonesia

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 27 November 2020, 06:41 WIB
AHI 2020 adalah kompetisi kinerja humas pemerintah (government public relations/GPR) di Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, Anak...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Polisi Tegaskan Baliho Rizieq Langgar Perda

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 27 November 2020, 05:49 WIB
Tidak hanya itu, Argo menyebut baliho Rizieq mengandung unsur provokasi sehingga perlu...
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Dua Kasus Kerumunan Rizieq ke Penyidikan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 27 November 2020, 03:00 WIB
Aparat telah memeriksa dan meminta keterangan 17 saksi terkait kasus kerumunan massa di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya