Jumat 03 Januari 2020, 15:35 WIB

Pemprov DKI Lamban Bebaskan Lahan untuk Normalisasi Ciliwung

Andhika prasetyo | Megapolitan
Pemprov DKI Lamban Bebaskan Lahan untuk Normalisasi Ciliwung

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri)

 

MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono mengungkapkan manfaat dari kebijakan normalisasi sungai tidak akan bisa maksimal sebelum program tersebut selesai secara menyeluruh.

Sebagaimana diketahui, Dari total 33,9 kilometer target normalisasi, hingga saat ini baru terealisasi sepanjang 16 kilometer.

Basuki menegaskan, dalam menormalisasi Ciliwung, pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sepakat untuk berkolaborasi. Kedua belah pihak memiliki tugas masing-masing yang harus segera diselesaikan demi melancarkan normalisasi.

"Tugas pemprov itu membebaskan lahan. Kami yang membangun. Kolaborasinya seperti itu," ujar Basuki di Jakarta, Jumat (3/1).

Sedianya, pemerintah pun bisa membantu menyokong dana untuk pembebasan lahan dengan menggunakan APBN. Namun, jika Pemprov DKI tidak bergerak membebaskan lahan, pemerintah pusat tidak bisa intervensi lebih jauh.

"Kita bisa bantu dana. Tapi urusan dengan masyarakat, bagaimana membebaskankan lahan masyarakat, itu ada di pemprov. Kami tidak bisa turun untuk menyosialisasikan ke masyarakat. Jadi percepatan pembebasan lahan ya tergantung pemprov," jelas dia.

Basuki mengakui bahwa normalisasi bukanlah satu-satunya upaya yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi banjir.

Langkah tersebut masuk ke penanganan di sisi hilir. Di hulu, pemerintah tengah berupaya menyelesaikan Bendungan Ciawi dan Sukamahi. Saat ini, progres konstruksi infrastruktur tersebut telah mencapai 45% dengan rasio pembebasan lahan sebesar 90%.

Ia menargetkan bendungan itu bisa rampung dan beroperasi pada tahun ini.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More