Jumat 03 Januari 2020, 15:03 WIB

Menurut Anies Hanya 15% Wilayah DKI Jakarta Terendam Banjir

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Menurut Anies Hanya 15% Wilayah DKI Jakarta Terendam Banjir

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri)

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut 15% kawasan Ibu Kota terendam banjir.

Banjir setinggi lebih dari 150cm menggenangi 20 RW. Sementara itu, ada 115 RW yang terdampak banjir setinggi 71cm-150cm, ada 130 RW yang terdampak banjir setinggi 31cm-70cm, dan 125 RW terdampak banjir 10cm-30cm.

"Total 15% kawasan Jakarta terdampak. Ini yang harus kita perhatikan. Kita yang 85% ini harus membantu meringankan minimal dalam percakapan apalagi dalam perbuatan," ungkap Anies saat meninjau posko pengungsian di Rusunawa Rawa Buaya, Jumat (3/1).

Di sisi lain, pihaknya masih akan fokus pada penanganan banjir. Ia pun menargetkan banjir segera surut agar warga dapat kembali ke kediamannya masing-masing.

"Kami targetkan agar pengungsi bisa segera kembali ke rumah dan saya sampaikan kepada seluruh jajaran selama mash ada warga di pengungsi, kita masih kerja all out. Kita harapkan di semua wilayah. Karena yang banjir bukan DKI. Semua kawasan," kata Anies.

Dalam agenda itu, Anies turut memberikan bantuan yang berasal dari Forum Komunikasi BUMD yang diwakili dari Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin. Bantuan diberikan pada perwakilan warga Rusunawa Rawa Buaya berupa makanan instan, matras, biskuit, popok sekali pakai, dan air mineral.

Ada sebanyak 1.300 warga Rawa Buaya yang mengungsi menggunakan satu lantai Rusun.

"Kalau di rusun ini secara umum fasilitas cukup baik. Ada ruang yang cukup. Tinggal di salah satu lantai untuk warga. Kita memastikan pasokan makanan, alas tidur, popok, kebutuhan lansia tersedia. Yang mereka sampaikan kapan pulang, kapan listrik nyala. Kita akan koordinasi dgn PLN kalau sudah surut kita akan cepat siapkan," pungkasnya.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More