Jumat 03 Januari 2020, 09:44 WIB

Menteri Pendidikan Malaysia Mengundurkan Diri

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Menteri Pendidikan Malaysia Mengundurkan Diri

Facebook DR MASZLEE MALIK
Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee Malik (kiri)

 

MENTERI Pendidikan Malaysia Maszlee Malik, yang telah menghadapi banyak kritik sejak menjadi menteri di pemerintahan Pakatan Harapan (PH), mengundurkan diri.

Pengunduran dirinya mulai berlaku pada Jumat (3/1). Dalam konferensi pers di Putrajaya, Kamis (2/1), Maszlee mengatakan dia telah memberi tahu Perdana Menteri Mahathir Mohamad tentang niatnya untuk mundur.

"Atas saran Dr Mahathir--yang merupakan figur ayah bagi saya, seorang pemimpin dan negarawan hebat--saya, Maszlee Malik, dengan hati yang tenang namun berat, mengembalikan posisi saya sebagai menteri pendidikan Malaysia ke perdana menteri," ujarnya.

Baca juga: Indonesia Kembali Peringatkan Tiongkok atas Klaim ZEEI

Pria berusia 46 tahun dari Parti Pribumi Bersatu Malaysia, partai Mahathir, telah menarik beberapa kontroversi sejak Pakatan Harapan mengambil alih pemeritahan federal dalam pemilihan umum Mei 2018, menaungi reformasi pendidikan yang ia perkenalkan.

Dia telah dikritik karena teralihkan oleh masalah-masalah dan gagal meningkatkan standar pendidikan, dan ada petisi daring yang menyerukan pencopotannya.

Pada September 2018, Maszlee menerima penunjukan sebagai presiden International Islamic University Malaysia meskipun PH berjanji mengembalikan kebebasan akademik di universitas.

Dia mengundurkan diri pada November menyusul keberatan keras dari kelompok mahasiswa dan politisi.

Dia juga dijuluki ‘menteri sepatu’ setelah dia mengumumkan siswa harus mengenakan ‘sepatu hitam’ bukan sepatu putih untuk mencegah mereka terlihat kotor.

Lainnya, Maszlee juga mengusulkan kelas renang untuk siswa di hotel dan mendorong ekosistem tanpa uang tunai di sekolah.

Dia mendapat kecaman minggu ini karena muncul di papan iklan kementerian, mendorong wartawan veteran A Kadir Jasin untuk berkomentar pemerintah tidak boleh membangun kultus kepribadian.

Dalam konferensi persnya, Maszlee mengatakan ia dipandang menciptakan masalah bagi kepemimpinan karena masalah-masalah seperti pengajaran aksara Jawi di sekolah-sekolah bahasa dan program sarapan gratis.

Dia menyebut reformasi pendidikan yang diperkenalkan kementerian dalam 20 bulan terakhir, yang dia gambarkan sebagai ‘signifikan dan indah’.

Contoh yang dia berikan termasuk mengurangi beban guru dengan mengurangi tugas-tugas nonmengajar, mempromosikan kampanye Malaysia Reads untuk mendorong kebiasaan membaca, dan tinjauan Undang-Undang Pendidikan yang akan datang untuk menjadikan pendidikan menengah pertama wajib.

“Kementerian Pendidikan mendapat perhatian media, kelompok dan politisi tertentu bukan karena hasil dan pencapaian kami, dan bukan karena kontribusi kami kepada masyarakat yang memiliki makna signifikan. Sayangnya, ini tidak menjadi berita utama. (Melainkan) berita sensasional yang lebih berwarna. Masalah sensitif dimainkan dan menjadi prioritas,” ujarnya.

Dalam sebuah unggahan Facebook, Mahathir berterima kasih kepada Maszlee atas bakti dan layanannya.

"Saya akan memutuskan penggantinya dan akan membuat pengumuman segera," tandas Mahathir. (CNA/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More