Jumat 03 Januari 2020, 09:09 WIB

Polres Brebes Ungkap Pembuatan Pupuk Pestisida Palsu

Supardji Rasban | Nusantara
Polres Brebes Ungkap Pembuatan Pupuk Pestisida Palsu

MI/Supardji Rasban
Polisi Polres Brebes menunjukkan pestisida palsu yang siap diedarkan.

 

JAJARAN Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Brebes, Jawa Tengah menggrebek tempat sekaligus pembuatan pestisida palsu jaringan antarpulau, Kamis (2/1/2020) malam. Polisi juga mengamankan dua orang yakni pemilik gudang dan penyedia botol pestisida palsu.

Penggerebekan dilakukan polisi di tempat atau gudang pembuatan pestisida palsu di Desa Dukuhturi, Kecamatan Ketanggungan,Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dengan melibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten setempat.
Penggerebekan yang dilakukan polisi di tempat atau gudang pembuatan.


Penggrebekan dilakukan di gudang tersebut karena merupakan tempat pembuatan obat pestisida palsu yang sebenarnya pernah diungkap oleh kakaran Polres Brebes pada 2019. Untuk menutupi praktik daur ulang botol bekas pestisida, pemilik menjadikan gudang sebagai gudang rongsokan atau barang bekas. Dari penggeledahan di dalam gudang, petugas menemukan jutaan botol bekas pestisida berbagai merek yang akan didaur ulang. Tak hanya itu, polisi juga menemukan plastik label pestisida beraneka merek serta alat untuk daur ulang botol.     


Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Tri Agung Suryomicho menyebut terungkapnya praktik daur ulang botol bekas pestisida merupakan 
pengembangan dari pengungkapan kasus pemalsuan pestisida beberapa waktu lalu.

"Dari pengungkapan kasus pestisida palsu beberapa waktu lalu kami kemudian menggerebek tempat ini. Ternyata di tempat ini sebagai tempat botol-botol nekas pestisida didaur ulang," kata Tri Agung, Jumat (3/1/2020).

Dari penggrebekan itu, polisi mengamankan dua orang yaitu pemilik gudang dan penyedia botol pestisida palsu. 

"Keduanya kami amankan untuk dimintai keteranagan lebih lanjut," ucap Tri Agung.

Kasat Reskrim menerangkan botol botol tersebut dikumpulkan pelaku dari para pemulung. Setelah dibersihkan, pelaku membuat label baru sesuai pesanan dan ditempelkan di botol.

"Selanjutnya dikirim ke para produsen obat pertanian palsu yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak hanya di Jawa, botol-botol ini juga 
dikirim ke produsen obat di Medan, Sumatra Utara," terangnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Yulia Hendrawati yang ikut dalam penggerebekan menjelaskan, obat pestisida palsu  banyak beredar di wilayah Brebes.

"Kami sudah sering menerima keluhan petani soal kualitas obat yang tidak sesuai harapan," ujar Yulia.

baca juga: Bupati Karawang Imbau Warga Waspadai Ular

Yuia mengimbau para petani untuk tidak membeli obat pertanian yang dijual di lapangan atau ke sawah-sawah. 

"Lebih baik membeli obat-obatan pertanian di toko-toko obat pertanian yang sah," ucap Yulia.(OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More