Kamis 02 Januari 2020, 14:54 WIB

Banjir Berdampak Parah Pada Sektor Ritel

Hilda | Ekonomi
Banjir Berdampak Parah Pada Sektor Ritel

MI/Permana
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Kamdani

 

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani mengatakan bencana banjir yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta dan sekitarnya ini sangat merugikan pengusaha nasional. Ia menyebut sektor industri ritel yang terdampak banjir paling parah. Hal ini terjadi lantaran aktivitas penjualan ritel terhambat oleh adanya banjir. 

"Kerugian karena banjir bisa dibilang yang paling parah ada di ritel. Karena aktivitas penjualan ritel menjadi sangat terganggu oleh banjir ini," ujar Shinta kepada Media Indonesia, Kamis (2/1).

Lebih lanjut Shinta menjelaskan banyak terdapat sentral-sentral penjualan ritel yang aksesnya tertutup disebabkan banjir. Implikasinya baik penjual maupun pengunjung tidak bisa melakukan aktifitas ekonomi. Belum lagi, adanya kerugian yang muncul bila banjir sampai masuk ke pusat perbelanjaan. 

Nilai kerugian yang dimaksud Shinta antara lain kerugian berupa kerusakan aset yang dimiliki pengusaha. Kerusakan aset ini menimbulkan pembiayaan baru yang harus dikeluarkan. Selain itu, dari sisi penjualan (sales) untuk produk konsumsi yang bersifat kebutuhan non-primer dinilai mengalami penurunan. 

"Banjir tentu saja sangat merugikan pengusaha nasional. Banjir di satu sisi pelaku usaha mengalami kerugian karena kerusakan aset. Di sisi sales untuk produk konsumsi yang bersifat kebutuhan non-primer juga menjadi turun," ungkapnya. 

Selain menyebut sektor ritel, menurut Shinta sektor logistik pun termasuk mengalami kerugian besar. Penyebabnya karena sarana transportasi milik perusahaan yang tergenang oleh air banjir. Dampaknya kemungkinan besar aset sektor logistik mengalami kerusakan. Beban maintance aset pun akibatnya menjadi tinggi. 

Adapula kerugian lainnya dari sektor logistik karena harus mengentikan operasional. Sehingga memunculkan masalah berupa klien yang meminta ganti rugi jika pengiriman (consignment) tidak dikirimkan dengan tepat waktu. 

Shinta mengakui masih terdapat sektor lainnya yang terganggu. Namun, ia belum memperoleh data yang tepat perihal kerugian yang dihasilkan. 

"Di luar sektor-sektor ini juga ada yang terdampak. Hanya saja bentuk kerugiannya berbeda-beda dan kami belum bisa mendata seberapa besar kerugian yang ditanggung pelaku usaha nasional dari peristiwa ini," imbuhnya. (OL-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More