Kamis 02 Januari 2020, 13:45 WIB

Warga Mengeluh Lapar, Anies Pastikan Bantuan Makanan Segera Tiba

Nur Azizah, Putri Anisa | Megapolitan
Warga Mengeluh Lapar, Anies Pastikan Bantuan Makanan Segera Tiba

MI/Putri Annisa
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di Kelurahan Duri Kosambi, Jakarta Barat, Kamis (2/1)

 

SEJUMLAH warga berteriak minta makan saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi permukiman di Rusun Pesakih, Kalideres, Jakarta Barat. Warga mengaku belum mendapat bantuan makanan.
 
"Kami butuh makan, kami kelaparan," kata seorang bapak sebelum Anies meninggalkan kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (2/1).

Baca juga: Jokowi Perintahkan Evakuasi Korban Banjir Dipercepat

Anies langsung menanggapi permintaan itu. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menjamin bantuan akan disalurkan secepatnya. "Iya, betul (kalian butuh makan)," kata Anies sebelum pergi.
 
Anies mengunjungi korban banjir di Rusun Pesakih dan sekitar Masjid Hasyim Asyari. Menurutnya, banyak warga mengeluh belum mendapatkan bantuan makanan. Ia sadar penyaluran bantuan makanan terlambat.
 
Anies telah memerintahkan Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi mempercepat penyaluran makanan. Anies memastikan bantuan makanan segera tiba di lokasi terdampak bencana.
 
"Dan sekarang dalam perjalanan ke sini sehingga dipastikan, makanan, dan minuman segera sampai ke mereka," ujar Anies.
 
Mantan Rektor Universitas Paramadina ini menyebut beberapa warga masih dalam proses evakuasi. Kawasan Pesakih ini terendam sejak 31 Desember 2019. Tinggi air bervariasi. Ketinggian air mencapai 2,5 meter hingga menenggelamkan rumah warga. Sedangkan paling rendah sekitar 30 sentimeter.
 
"Sedangkan total pengungsi cukup banyak, di Masjid Hasyim Ashari sekitar 1.000 orang. Masjid Hasyim Ashari cukup luas, di bawahnya mereka bisa tinggal sementara," pungkas dia.

Baca juga: Terkendala Banjir, 15 SPBU di Jabodetabek Terpaksa tak Beroperasi

Salah seorang warga yang menjadi korban banjir bernama Mehdi, 40, menyebut belum ada bantuan pangan maupun logistik yang tiba untuk warga. "Belum ada mbak. Di rumah saya sudah seleher," ungkapnya.

Ia pun menyebut banjir tahun ini terparah sepanjang hidupnya tinggal di Duri Kosambi sejak kecil. Sebelumnya, air hanya menggenang sebatas mata kaki atau betis orang dewasa dan kemudian surut dengan cepat. "Malah ini baru sekarang ini banjir sampai separah ini," tandasnya.

Ia pun berharap Pemprov DKI lebih tanggap lagi untuk mengevakuasi warga dan memberikan bantuan. Ia khawatir banjir masih akan terus bertahan cukup lama mengingat saat ini baru awal musim hujan.

Hujan yang mengguyur ibu kota sejak Selasa, 31 Desember 2019 malam hingga Rabu, 1 Januari 2020 membuat sejumlah kawasan tergenang air. Beberapa ruas jalan utama di Jakarta terputus akibat genangan.
 
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta M Ridwan mengatakan ada 31.232 warga mengungsi akibat banjir yang melanda DKI Jakarta hingga 1 Januari 2020. Pengungsi tersebar di 269 lokasi pengungsian di 38 kecamatan terdampak. Data ini masih bakal bertambah seiring waktu. (Medcom.id/Put/OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More