Kamis 02 Januari 2020, 09:42 WIB

Jokowi: Banjir Terparah di 4 Sungai yang belum Dinormalisasi

Thomas Harming Suwarta | Megapolitan
Jokowi: Banjir Terparah di 4 Sungai yang belum Dinormalisasi

MI/Ramdani
Presiden Joko Widodo

 

PRESIDEN Joko Widodo menyebut banjir yang terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada awal 2020 ini paling parah terjadi di Daerah Aliran Sungai Krukut, Ciliwung, Cakung, dan Sunter.

Menurut Presiden Jokowi, pembangunan sarana pengendalian banjir di empat titik aliran sungai itu terkendala pembebasan lahan sejak 2017.

"Banjir di ibu kota dan sekitarnya awal tahun ini paling parah terjadi di Daerah Aliran Sungai Krukut, Ciliwung, Cakung, dan Sunter.

Sebagai penanganan darurat, telah difungsikan pompa, karung pasir, bronjong, dan tanki agar kawasan dan prasarana publik segera berfungsi kembali," cuit Jokowi melalui akun Twitter @jokowi, Kamis (2/1).

Baca juga: Pagi Ini, Tinggi Muka Air di Katulampa Normal

Kata dia, upaya pengendalian banjir di empat aliran sungai ini sudah dilakukan tetapi sejak 2017 terhenti karena terhambat pembebasan lahan.

"Pembangunan prasarana pengendalian banjir pada keempat sungai terkendala sejak 2017 karena soal pembebasan lahan. Sungai Ciliwung, misalnya, sudah ditangani 16 km dari rencana 33 km. Di hulunya dibangun Bendungan Ciawi dan Sukamahi. Kedua bendungan direncanakan selesai pada akhir 2020," lanjut Jokowi.

Ditambahkan Jokowi, percepatan pelaksanaan Sodetan Sungai Ciliwung dari Sungai Ciliwung ke Sungai Cipinang sedang berlanjut dan masyarakat setempat telah menyetujui pemanfaatan lahan untuk kelanjutan pembangunan sodetan sepanjang 600 meter dari keseluruhan 1.200 meter. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More