Rabu 01 Januari 2020, 15:32 WIB

Banjir lumpuhkan Akses Tangerang dan Jakarta Barat

Sumantri | Megapolitan
Banjir lumpuhkan Akses Tangerang dan Jakarta Barat

Istimewa
Banjir mengguyur di sejumlah wilayah baik diJakarta, Bekasi dan Tangerang.

 

BANJIR selain merendam wilayah Jakarta, juga kawasan penyangga yakni Kota Tangerang. Sejumlah titik di Kota Tangerang terendam banjir. Paling parah terjadi di Kelurahan Karang Mulya, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten. Genangan air mencapai 50 - 100 cm di wilayah itu, tidak hanya melanda permukiman warga, namun juga memutuskan Jalan Raya Raden Saleh yang merupakan akses Ciledug, Kota Tangerang - Kembangan, Jakarta Barat.

Puluhan pengguna sepeda motor yang hendak beraktivitas dan memaksakan diri untuk menerobos jalan Raya Raden Saleh yang tergenang air dengan ketinggian 50 cm tersebut mogok. Sedangkan mereka yang tidak mau mengambil risiko memilih menggunakan jasa tenaga grobak dorong yang dilakukan oleh warga sekitar.

" Setiap kali hujan deras lebih dari dua jam, jalan ini selalu tergenang. Apalagi bila hujannya sehari semalam seperti saat ini, " kata Herman warga di Kelurahan Karang Mulya.

Lebih jauh Herman menjelaskan, apabila Jalan Raden Saleh tergenang air dengan ketinggian 50 cm, tentu di gang menuju rumahnya sudah mencapai 100 cm.

"Tadi saya keluar dari rumah terpaksa hanya menggenakan celana pendek. Sedangkan baju untuk beraktivitas dibungkus tas yang dimasukkan ke dalam plastik kresek," kata karyawan swasta itu.

Herman mengatakan, wilayah tersebut menjadi langganan banjir, karena Kelurahan Karang Mulya dilintasi kali Santika yang kondisinya sangat sempit, sehingga bila hujan turun dengan intensitas tinggi air mudah meluap dan tumpah ke permukiman warga serta jalan raya yang posisinya lebih rendah. 

baca juga:  Kemensos Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir

Selain itu tambahnya, resapan air di wilayah tersebut juga sudah menjadi bangunan atau perumahan warga, sehingga bila hujan turun air mudah mengalir dan tergenang. (OL-3)

   

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More