Rabu 01 Januari 2020, 11:22 WIB

Demonstran Pro-Iran Berunjuk Rasa di Depan Kedubes AS di Baghdad

Deri Dahuri | Internasional
Demonstran Pro-Iran Berunjuk Rasa di Depan Kedubes AS di Baghdad

AFP
Ratusan demonstran mengepung  Gedung  Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak, Selasa (30/12) 

 

RATUSAN demonstran mengepung  Gedung  Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak, Selasa (30/12)  yang menuntut AS untuk mengakhiri intervensi ke negara tersebut.

Demonstran juga mengibarkan bendra kelompok para militer Hashd al-Shaabi atau Pasukan Mobilisasi Popular sambil meneriakkan ‘Turun, turun USA!”

Demonstrasi yang terjadi Selasa berbeda dengan sebelumnya yang melibatkan puluhan ribu demonstran yang menolak pemerintah Irak yang berkuasa.

Dalam demonstrasi di depan Kedubes AS, sebagian besar demonstran adalah para pendukung dan simpatisan Hashd Al-Shaabi. Mereka mengenakan baju militer dan berkumpul di Zona Hijau, Baghdad, yang menjadi kawasan gedung-gedung pemerintah Irak dan kedutaan besar. 

Sejumlah saksi mengatakan setelah beberapa jam, aksi unjuk rasa akhirnya bubar setelah mereka memukul pintu utama dann melakukan aksi bakar di area tersebut.

Kepada Al Jazeera, para demonstran mengatakan mereka mendatangi Kedubes AS sebagai bentuk protes serangan udara militer AS terhadap kelompok milisi syiah pro-Iran, Kataib Hezbollah di wilayah Irak dan Suriah.

 Dalam serangan udara AS yang dilakukan Minggu (26/12), sedikitnya anggota pasukan Kataib Hezbollah tewas dan 51 orang lainnya terluka.

Sementara itu, pihak Washington mengatakan bahwa serangan udara tersebut sebagai aksi balas dendam atas serangan sebuah roket pada Jumat (24/12) di dekat wilayah Kirkuk, Irak yang menewaskan seorang pegawai sipil kontrak AS. AS mengatakan kesalahan pada Kataib Hezbollah.

“Kami adalah Hash dan kami ke sini untuk balas dendam,” kata seorang demonstran yang berusia 40 tahun dan menolak untuk menyebut dengan alasan demi keamanan.

“Kami ke sini untuk memprotes serangan AS pada Hashd,” ucap Haydar, seorang demonstran yang berusia 20 tahunan. “Hashd adalah pasukan yang melindungi Irak dari terorisme.”

Kelompok paramiliter syiah yang didukung Iran telah bergabung dengan pemerintah Irak yang dikuasai kaum dalam bertempur melawan kelompok ISIS. Bahkan secara resmi kelompok yang menamakan diri PMF (Pasukan Mobilisasi Popular) tersebut   telah bergabung ke dalam militer Irak pada Juli 2019.

Saat matahari hendak tenggalam di Baghdad, para demonstran akan membuat tenda untuk menginap di dekat Kedubes AS untuk aksi yang diambil AS untuk mengakhiri keberadaaanya dan intervensi terhadap Irak.

 "Kami menuntut parlemen Irak melakukan tindakan terhadap AS. Kami ingi AS keluar,” ucap Haydar.

Demonstran lain yang  bernama Ali yang mengaku pendukung PMF, mengatakan,”Kami turut berduka dengan tewas sejumlah anggota PMF akibat serangan udara AS ke Qaim dan jelas bahwa AS adalah sumber dari segala kejahatan di Irak sejak 2003.” (AFP/Aljazeera/Drd)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More