Rabu 01 Januari 2020, 02:00 WIB

Kesalahan-Kesalahan saat Mencuci Mobil

M. Bagus Rachmanto | Otomotif
Kesalahan-Kesalahan saat Mencuci Mobil

Ilustrasi
Mencuci mobil

 

Beberapa orang masih salah ketika mencuci mobil. Alhasil, hasil dari pencucian mobil tidak maksimal.
 
Kesalahan pertama yang sering dilakukan adalah interval pencucian mobil. Sebaiknya, cuci mobil seminggu sekali. Namun rutinitas itu berubah andai mobil sudah sangat kotor. Sebisa mungkin mobil langsung dicuci agar cat tak rusak akibat kotoran menumpuk.
 
Menggunakan sabun colek sembarangan untuk mencuci mobil menjadi kesalahan kedua yang kerap dilakukan oleh sebagian orang. Sabun yang tidak sesuai untuk peruntukkan akan mempengaruhi kualitas cat. Sebaiknya menggunakan sabun tersebut untuk bagian-bagian tertentu sebagai ban, bagian mesin, atau kolong mobil.

Kadang pula ditemui seseorang mencuci mobil langsung di bawah terik matahari. Hal ini tak boleh diulang karena panas matahari membuat air dan sabun cepat kering. Alhasil, meninggalkan bercak di mobil. Jika sering dilakukan mobil akan timbul jamur.
 
Mengeringkan mobil dengan lap sembarang menjadi kesalahan yang lazim ditemui. Sebisa mungkin menggunakan lap berbahan microfiber. Lap itu bisa menjaga kualitas cat. Lalu, jangan menggunakan lap yang sama untuk body mobil dengan bagian lainnya.
 
Sebisa mungkin mencuci mobil seminggu pekan sekali. Atau bawa kendaraan Anda minimal sekali dalam sebulan ke tempat pencucian mobil.
 
Intentistas mencuci mobil harus tepat. Terlalu sering akan membuat body dan mesin jadi lembab. "Sedangkan jika terlalu jarang, mobil akan timbul karat dan jamur,"saran Fahmi, pemilik bengkel Fahmi Jaya Motor di bilangan Bekasi Timur.
 
"Air hujan dan kotoran yang menempel di rongga sasis dan komponen-komponen suspensi bisa mengakibatkan oksidasi di besi. Nantinya menimbulkan karat. Sedangkan jamur yang timbul oleh butir air hujan di body mobil akan membuat cat terlihat kusam," tambahnya.
 
Pencucian menggunakan lift hidrolis dapat menjadi solusi untuk membasmi permasalahan musiman tersebut. Tapi tetap ada batasannya. Pasalnya jika terlalu sering dapat membuat komponen suspensi mobil melemah.
 
Menurut Fahmi, pada saat mobil diangkat sistem suspensi dan kemudi mobil dalam kondisi menggantung dapat mengganggu kestabilan mobil karena spooring & balancing dapat berubah. Mencuci mobil menggunakan lift hidrolis disarankan maksimal dua kali dalam sebulan.
 
"Luangkan waktu untuk sekadar membasahi dan mengelap mobil 15 menit setelah kehujanan. Pilih shampo yang busanya tidak terlalu banyak. Sebab busa yang banyak justru berdampak buruk untuk warna cat mobil Anda," ujar Fahmi.
 
Gunakan shampo mobil jika mobil Anda benar-benar kotor. Tips terakhir, rajin memeriksa kebersihan engsel mobil, tepi bagasi, tepi pintu mobil, dan tepi kap mesin. Pasalnya di bagian ini air hujan atau bekas cucian sering tertinggal. Untuk sehari-hari, Anda cukup mengelap bodi kendaraan yang basah agar tidak lembab. (Medcom/OL-12)

 

 

Baca Juga

Daimler AG

Daimler dan Geely Bersama Kembangkan Mesin Hybrid

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 21:38 WIB
Mesin hybrid baru akan digunakan pada produk mereka masing-masing, yaitu pada Mercedes-Benz untuk Daimler, dan Volvo untuk...
LEGO Technic

LEGO Technic Rilis Model Ferrari 488 GTE 'AF Corse #51'

👤RO 🕔Selasa 24 November 2020, 19:41 WIB
LEGO Technic Ferrari 488 GTE 'AF Corse #51' adalah model LEGO Technic pertama yang dirancang bersama Ferrari dan melanjutkan...
ADM/Data: Gaikindo

Daihatsu Tingkatkan Pangsa Pasar di Oktober 2020

👤RO 🕔Selasa 24 November 2020, 15:59 WIB
MENJELANG akhir tahun 2020, kondisi pasar otomotif Indonesia mulai menunjukkan perkembangan positif dengan kenaikan penjualan secara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya