Selasa 31 Desember 2019, 23:30 WIB

Alasan Kenapa Banyak Resolusi yang Gagal

Yatin Suleha | Humaniora
Alasan Kenapa Banyak Resolusi yang Gagal

Pexels.com
Set resolusi yang realistis bagi diri Anda supaya Anda tak stres

 

TAHUN baru mestinya disertai dengan semangat baru. Tapi semangat saja tidaklah cukup, perlu melakukan tindakan juga.
 
Jadi, resolusi Anda untuk jadi lebih hemat-tapi masih nongkrong di coffee cafe, jadi sehat-tapi masih jatuh cinta dengan junk food, atau lebih kurus-tapi tak ada waktu dengan banyaknya deadline memang membuat Anda jadi kehilangan spirit lama-kelamaan.
 
Waktunya tahun baru tidak ada salahnya Anda mencoba kembali. Selalu ada semangat walau naik dan turun.

Dilansir dari Lifehack, tulisan Daniel Wallen mengatakan banyak ambisi Anda untuk merealisasikan tapi, hanya 12 persen yang bisa mencicipi kemenangan di akhir tahun.
 
Ya, memang sedih jika resolusi gagal. Tapi pelajari kembali kenapa sih resolusi Anda gagal.
1. Anda memperlakukan resolusi seperti lari sprint
Tak ada kemenangan yang instan. Jika ada, percayalah tak akan bertahan. Misalnya resolusi Anda salah satunya adalah menurunkan berat badan 30 kg. Tak mungkin 10 kg terjadi hanya dalam waktu beberapa minggu saja.
 
Solusinya: Berikan target jangka pendek pada setiap resolusi. Kristin Wong dalam Mentalflos memaparkan ketika Anda bisa menurunkan sekitar 1 kg berat badan Anda per bulan, terus lakukan hal yang baik dan sama untuk mencapai 2 kg dan seterusnya. Fokus diri Anda saat sekarang, bukan bulan depan.
 
Alasan Kenapa Banyak Resolusi yang Gagal
(Set resolusi yang realistis bagi diri Anda supaya Anda tak stres. Foto: Pexels.com)
2. Terlalu banyak mau
Sekarang list berapa banyak keinginan Anda untuk merealisasikan keinginan Anda di tahun yang baru. 10, 15, 25? Apakah masih banyak lagi?
 
Solusinya: Buat parameter dari sekian banyak resolusi Anda. Misalnya, ketika Anda berpikir pindah kerja atau beralih profesi, pikirkan hal apa dulu yang perlu Anda lakukan.
 
Misalnya, Anda ingin menjadi beauty blogger atau celebgram saja. Anda perlu memikirkan isi konten video Anda, perlu memelajari barang pendukung untuk pekerjaan tersebut.
 
Misalnya editing gambar, mengambil gambar kamera SLR, membeli lighting dan sound, mungkin juga membeli drone. Pikirkan satu per satu, lakukan satu per satu.
3. Evaluasi hasil
Sekiranya banyak hal yang tidak berjalan baik, ada baiknya Anda mulai untuk menghitung berapa banyak yang gagal dan karena apa? Misalnya Anda gagal menabung lagi, karena apa? Lakukan evaluasi tentang apa yang bisa Anda lakukan atau tidak bisa dilakukan. Jadilah realistis.
 
Solusinya: Wong mengingatkan bahwa akan lebih baik jika resolusi dilakukan dengan yang Anda mampu dan Anda miliki. Jadi, kesampingkan jika Anda ingin memiliki Lamborghini tapi Anda masih menyicil rumah misalnya dan gaji Anda tak cukup.
 
Masukan dari Wallen melengkapi Wong, yaitu Anda harus mencatatnya. Apa saja yang Anda inginkan, apa saja yang gagal, apa saja yang harus diprioritaskan, dan langkah apa untuk menebus kegagalan Anda dan bisa membuat Anda sedikit demi sedikit berhasil.(medcom/OL-12)
 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More