Selasa 31 Desember 2019, 15:32 WIB

Korban Tewas Topan Filipina Mencapai 50 Orang

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Korban Tewas Topan Filipina Mencapai 50 Orang

ANTARA FOTO/REUTERS
Topan Phanfone di Filipina

 

JUMLAH orang yang terbunuh oleh badai kuat yang menghantam Filipina tengah selama Natal telah meningkat menjadi 50 jiwa, kata pihak berwenang, Selasa (31/12), menjadikannya badai paling mematikan di negara itu pada 2019.

Angin topan Phanfone yang merusak dan hujan lebat merobohkan rumah-rumah dan menghancurkan bangunan komersial terutama di Pulau Visayas, Filipina, yang memengaruhi lebih dari dua juta orang.

Setidaknya 80.000 orang masih di tempat penampungan darurat dan mungkin harus tinggal sampai Tahun Baru, mengingat skala kehancuran.

"Kami sedih beberapa warga negara kita masih berada di pusat-pusat evakuasi, tetapi kita meyakinkan mereka akan terus menerima dukungan sampai mereka bangkit kembali," kata juru bicara badan bencana nasional, Mark Timbal, kepada AFP.

Lima orang masih hilang setelah badai, yang juga menyebabkan 143 orang terluka.

Korban tewas--naik dari 41 pada Minggu--termasuk tiga pelaut yang meninggal setelah kapal mereka terbalik, seorang polisi tersengat daya tiang listrik yang roboh, dan seorang pria tertimpa oleh pohon yang tumbang.

Topan Phanfone, yang secara lokal disebut Ursula, adalah topan ke-21 tahun ini yang melanda Filipina yang rawan badai.

Badai yang meningkat menhancurkan panen, rumah, dan infrastruktur, membuat jutaan orang dalam kemiskinan abadi. (AFP/OL-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More