Selasa 31 Desember 2019, 14:08 WIB

Nyoman Dhamantra Didakwa Terima Suap Rp2 Miliar

Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum
Nyoman Dhamantra Didakwa Terima Suap Rp2 Miliar

Antara
Tersangka yang juga mantan Anggota Komisi VI DPR dari PDI Perjuangan I Nyoman Dhamantra (depan).

 

MENUTUP 2019 dua jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi mendakwa (KPK) justru menjatuhkan dakwaan terhadap tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih tahun 2019. Mantan Anggota DPR RI Komisi VI periode 2014-2019, I Nyoman Dhamantra dijerat dua pasal sekaligus. I Nyoman Dhamantra didakwa menerima suap sebesar Rp2 miliar dan dijanjikan akan menerima Rp1,5 miliar bersama Elviyanto dan Mirawati Basri.

Uang tersebut dimaksudkan agar terdakwa mengupayakan pengurusan Surat Persetujuan Impor (SPI) bawang putih di Kementerian Perdagangan, dan Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) di Kementerian Pertanian untuk kepentingan Chandry Suanda alias Afung. Atas perbuatannya, I Nyoman Dhamantra dijerat dengan Pasal 12 huruf a Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Ia juga dijerat dengan Pasal 11 UU Tipikor.

"Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP," ujar JPU KPK Moch Takdir Suhan saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta (31/12/2019).

Atas dakwaan tersebut, I Nyoman menyampaikan dakwaan JPU KPK tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.

"Dari dakwaannya yang saya dengar, banyak hal-hal yang menurut saya, informasinya yang tidak sesuai dengan fakta yang ada," ujar Nyoman saat ditemui usai sidang.

baca juga: Dua Bos Perusahaan Diperiksa Terkait Jiwasraya

Ia juga mengaku tidak paham dengan dakwaan yang menyebut ia menyalahgunakan jabatan sebagai anggota DPR RI.

"Enggak ada sama sekali. Dan itu apa saya juga enggak paham kenapa ada dugaan seperti itu karena menurut saya ya tanyakan sama jaksanya saja," pungkasnya. (OL-3)

Baca Juga

Antara

Polri Terus Buru Penimbun Masker dan Hand Sanitizer

👤Yakub Priyatma Wijayaatmaja 🕔Kamis 02 April 2020, 20:15 WIB
Asep menjelaskan bahwa kasus yang ditangani tidak hanya menyangkut penimbunan, tetapi juga menaikkan harga masker atau hand sanitizer...
Antara

Beda dengan Jubir Presiden, Mensesneg Ajak Masyarakat tidak Mudik

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 02 April 2020, 19:57 WIB
Hal itu sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah...
MI/Susanto

DPR Bawa RUU Pemasyarakatan & RKUHP ke Paripurma Pekan Depan

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Kamis 02 April 2020, 19:37 WIB
Komisi III mengatakan membutuhkan waktu setidaknya seminggu untuk merampungkan penyusunan kedua RUU...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya