Selasa 31 Desember 2019, 13:43 WIB

Pemkab Hulu Sungai Utara Bangun Bank Sampah di Tiap Desa

Denny Susetyo | Nusantara
Pemkab Hulu Sungai Utara Bangun Bank Sampah di Tiap Desa

MI/Denny Susanto
Bupati Hulu Sungai Utara, Abdul Wahid , Kalimantan Selatan mencanangkan program Amuntai Barasih, Selasa (31/12/2019)

 

PEMERINTAH Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan mencanangkan program pembangunan bank sampah di tiap desa, untuk mewujudkan bebas sampah di kabupaten tersebut. Melalui Program Amuntai Barasih, Pemkab setempat menargetkan bebas sampah pada 2025. Bupati Hulu Sungai Utara, Abdul Wahid mengatakan untuk menyukseskan  Program Amuntai Barasih dan mewujudkan wilayah tersebut bebas sampah 2025, pemkab mencanangkan pembangunan satu desa satu bank sampah.

"Kita menargetkan Kabupaten HSU pada 2025 bisa bebas sampah dengan adanya program satu desa satu bank sampah," ujarnya, Selasa (31/12/2019).

Program ini pada intinya ingin menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa pengelolaan sampah jangan bergantung kepada pemerintah semata dengan mengandalkan pasukan kebersihan. Namun juga harus melibatkan kerja sama semua pihak termasuk masyarakat. Seperti daerah lainnya sampah juga jadi permasalahan utama dihadapi Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Pembangunan Bank Sampah di desa dinilai mampu mempercepat mengatasi persoalan sampah mulai dari tingkat tapak atau lingkungan masyarakat. Menurutnya untuk mengatasi persoalan sampah yang paling penting adalah bagaimana membangun kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya.

Sementara Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Kabupaten Hulu Sungai Utara, Najeriansyah ditemui saat penyerahan penghargaan Adipura, Adiwiyata dan Properda tingkat Provinsi di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel kemarin mengatakan, program satu desa satu bank sampah sudah berjalan.

Pembentukan bank sampah di desa tersebut, berdasarkan surat edaran Bupati HSU sehingga aparat desa bisa menggunakan dana desa (APBDesa) untuk mewujudkan satu desa satu bank sampah.  

"Aparat desa bisa menggunakan APBDes untuk anggaran kegiatan pengelolaan sampah, dan penyediaan sarana prasana persampahan desa," katanya.

baca juga: Jumlah Doktor di UII Di Atas Rata-Rata Nasional

Sarana dan prasarana dimaksud di antaranya tempat sampah, gerobak sampah, motor roda tiga, mesin cacah sampah organik, mobil pick up, mesin cacah sampah plastik, peralatan komposer. Termasuk lembaga penggelolaan sampah, dan keanggotaan untuk peningkatan penggelolaan sampah perdesaan. Program Amuntai Barasih juga ditujukan bagi instansi dan sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More