Selasa 31 Desember 2019, 07:20 WIB

Menteri ESDM Soroti Penyimpangan BBM

Faustinus Nua | Ekonomi
Menteri ESDM Soroti Penyimpangan BBM

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Menteri ESDM Arifin Tasrif (kedua kiri) didampingi Dirut PT. Pertamina Nicke Widyawati (kiri) berbincang dengan petugas SPBU.

 

 PENYIMPANGAN dalam pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ditengarai semakin banyak di berbagai tempat. Karena itu, pemerintah melakukan upaya tindak lanjut terhadap praktik lancung tersebut.

“Saya ikut menyaksikan bagaimana praktik-praktik itu berjalan. Praktik pengisian itu dilakukan di depan mata, di depan SPBU, kemudian men-discharge di seberang jalan untuk mengambil,” ungkap Menteri ESDM Arifin Tasrif pada acara penyerahan surat keputusan kuota BBM subsidi di Kantor BPH Migas, Jakarta, kemarin.

Menteri Arifin mengimbau masyarakat turut mengawasi dan melaporkan apabila menyaksikan praktik penyaluran BBM yang menyimpang. Dia juga meminta badan usaha penyalur BBM, seperti PT Pertamina (persero) dan PT AKR Corpindo, meningkatkan pengawasan terhadap mobil-mobil tangki yang mengangkut BBM subsidi.

Penyimpangan  penyaluran BBM bersubsidi menjadi salah satu penyebab kelebihan kuota karena distribusi tidak tepat sasaran dan tidak sesuai volume.

“Ke depan kami bisa melakukan koreksi terhadap alokasi subsidi. Akan tetapi, tentu membutuhkan upaya semua pihak bagaimana kita meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkap Menteri ESDM.

Pada kesempatan itu, Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa menyebutkan, berdasarkan verifikasi kuota solar subsidi terjadi kelebihan sebanyak 1,28 juta-1,5 juta kilo­liter (kl) sehingga mengakibatkan tambahan subsidi sekitar Rp3 triliun.

BPH Migas mencatat per 29 Desember 2019 terdapat kuota berlebih sebesar 1,28 juta kl untuk solar subsidi. Hal yang sama juga terjadi pada jenis BBM khusus ­penugasan (JBKP) atau penugasan premium sebesar 500.000 kl dari kuota yang ditetapkan sebesar 11 juta kl.

Pada 2020, lanjut Fanshurullah, kuota BBM subsidi ditetapkan sebanyak 15,87 kl, terdiri atas solar 15,31 juta kl dan minyak tanah 0,56 juta kl. Pertamina mendapat kuota penyaluran 15,07 juta kl solar dan 560.000 kl minyak tanah. Adapun AKR Corpindo mendapat kuota 234.000 kl solar.

“Selain itu, Pertamina mendapat penugasan menyalurkan BBM premium sebanyak 11 juta kl. Ada juga kuota khusus ke Pelni, PT ASDP, PT KAI, dan Gapasdap,” tandas Fanshurullah. (Van/Ant/X-3)

Baca Juga

MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

BPS Akan Rilis Inflasi Maret, Berapa Proyeksi Bank Indonesia?

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 31 Maret 2020, 20:58 WIB
Inflasi pada Maret 2020 akan diperkirakan sebesar 3% jika dilihat secara...
Dok Sinar Mas Land

Sinar Mas Land Bantu Tangani Covid-19 Lewat CSR 

👤Gana Buana 🕔Selasa 31 Maret 2020, 20:49 WIB
Sinar Mas Land sebagai bagian dari masyarakat pihaknya ingin berpartisipasi dan berkontribusi membantu pemerintah memerangi virus...
DOK KEMENTAN

Saat Pandemi Covid-19, Petani Sumenep tetap Panen

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 31 Maret 2020, 20:36 WIB
Saat ini petani sudah memasuki masa panen untuk komoditas padi, jagung serta bawang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya