Selasa 31 Desember 2019, 05:20 WIB

Pasar Modal Harus Tarik Banyak Emiten

Faustinus Nua | Ekonomi
Pasar Modal Harus Tarik Banyak Emiten

MI/MOHAMAD IRFAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan sambutan sebelum penutupan perdagangan saham 2019 di Gedung BEI Jakarta, kemarin.

 

PASAR modal Indonesia diharapkan bisa menjadi tempat yang menarik bagi perusahaan-perusahaan asing. Untuk itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah selaku pembuat kebijakan dituntut untuk melakukan program pendalaman pasar modal dengan berkontribusi lebih atraktif dalam menarik investor dan emiten.

“Pasar modal diharapkan dapat mengundang lebih banyak lagi calon emiten yang bisa membagi dividen. Tentu ini akan sangat tergantung dalam membuat pasar modal Indonesia menjadi pasar modal yang lebih baik,” kata Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dalam sambutan Penutupan Perdagangan Saham 2019, di Jakarta, kemarin.

Selain mengundang emiten baru, lanjutnya, pasar modal juga harus melakukan pendalaman melalui inovasi layanan dan produk-produk lainnya. Hal itu guna menarik perusahaan besar dengan keuangan yang baik untuk masuk ke pasar modal Tanah Air.

“Karena kita tidak ingin perusahaan yang baik listed-nya tidak ada di Indonesia karena tidak adanya kepercayaan kepada pasar modal Indonesia itu sendiri,” tambah dia.

Dia menambahkan, saat ini pemerintah sedang melakukan penyederhanaan regulasi menjadi lebih simpel, lebih cepat, dan lebih pasti sebab regulasi sebelumnya dianggap telah menghambat peningkatan ekonomi.

“Saya berharap komunitas pasar modal bisa ikut mendukung, baik mendukung di dalam program kerja maupun penerapan inovasi regulasi pasar modal,” ujarnya.

Menurut  catatan BEI, sepanjang 2019, kinerja bursa dalam lajur positif dengan mencapai banyak peningkatan. Jumlah total investor, misalnya, meningkat 50% jika dibandingkan dengan 2018.

“Sampai saat ini jumlah total investor di pasar modal, meliputi investor saham, reksa dana, dan surat utang telah mencapai 2,48 juta investor (SID) atau naik lebih dari 50% dari 2018, yakni sebanyak 1,62 juta investor,” kata Direktur Utama BEI Inarno Djajadi di Jakarta, kemarin.

Investor saham meningkat 30% menjadi 1,1 juta investor berdasarkan single investor identification (SID). Selain itu, terdapat 55 perusahaan mencatatkan saham baru. Aktivitas tersebut menjadikan pasar modal ini memiliki aktivitas pencatatan saham baru (IPO) tertinggi di Asia Tenggara dan peringkat ke-71 di dunia.

Atas pencapaian tersebut, total jumlah perusahaan tercatat saham di BEI di penghujung 2019 mencapai 668 perusahaan.

Di samping itu, aktivitas perdagangan BEI pada 2019 juga mengalami peningkatan. Rata-rata frekuensi perdagangan tumbuh 21% menjadi 469 ribu kali per hari dan menjadikan likuiditas perdagangan saham BEI lebih tinggi di antara bursa-bursa lainnya di kawasan Asia Tenggara.

Di tengah catatan positif tersebut, indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI menutup 2019 di zona merah, tetapi dinilai masih merupakan koreksi yang sehat.

Rupiah perkasa

Catatan positif juga ditunjukkan nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta.  Nilai tukar rupiah mengakhiri perdagangan 2019 dengan perkasa dan masih bertahan di bawah level Rp14 ribu per dolar AS.

Rupiah ditutup menguat 27 poin atau 0,2% di level Rp13.925 per dolar AS jika dibandingkan dengan posisi hari sebelumnya Rp13.958 per dolar AS.

“Stabilnya perekonomian dalam negeri berimbas positif setelah adanya damai dagang berakhir sehingga mata uang Indonesia kembali menguat dalam penutupan pasar sore ini,” kata Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi. (Ant/E-3)

Baca Juga

MI/Bary Fathahilah

PUPR Perkenalan Pengolahan Sampah Nir Racun

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 28 Maret 2020, 19:06 WIB
Tenaga listrik yang dibutuhkan sebesar 1.000 watt digunakan untuk mesin blower, pompa air, pompa...
Istimewa

Bank BJB Dukung Perekonomian Melalui Restrukturisasi Kredit

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Maret 2020, 16:56 WIB
Bank BJB akan mematuhi instruksi pemerintah yang bertujuan untuk menopang tulang punggung perekonomian Indonesia, khususnya sektor...
 MOHD RASFAN / AFP

Air Asia Hentikan Seluruh Penerbangan di Indonesia Mulai 1 April

👤Antara 🕔Sabtu 28 Maret 2020, 15:30 WIB
Penerbangan rute domestik akan dihentikan sementara hingga 21 April 2020, rute internasional dihentikan hingga 17 Mei...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya