Selasa 31 Desember 2019, 02:30 WIB

CdM Langsung Tancap Gas

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga
CdM Langsung Tancap Gas

MI/PERMANA
Rosan Perkasa Roeslani

KETUA Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Rosan Perkasa Roeslani ditugaskan menjadi Chef de Mission (CdM) Olimpiade 2020 oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.

Menurut Rosan, dirinya baru mengetahui peran barunya itu beberapa hari yang lalu. Dia pun akan langsung bekerja mulai awal tahun depan dan akan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan. “Tentunya waktu jelang Olimpiade sudah sangat mepet. Jadi saya bakal langsung duduk bersama Komite Olimpiade Indonesia, Menpora, dan kepala cabang olahraga untuk menyamakan visi dan misi,” tutur Rosan kepada Media Indonesia, Senin (30/12).

“Saya akan mencoba mendata apa saja yang bisa dilakukan sebagai CdM agar para atlet bisa berprestasi secara maksimal di Olimpiade 2020,” ujar Rosan lagi.

Rosan menegaskan dirinya akan menargetkan medali pada cabang olahraga yang langganan meraih medali, seperti angkat besi dan bulu tangkis. Namun, dirinya juga ingin cabang lain dapat meraih medali juga sehingga prestasi Indonesia bisa lebih baik ketimbang di Olimpiade 2016.

“Kita baru bisa menargetkan berapa jumlah medalinya saat duduk bersama kepala-kepala cabor,” ucap Rosan.

Sementara itu, sebagai ketua umum PABBSI, dia pun ingin para lifternya bisa mempersembahkan medali emas bagi Indonesia. “Angkat besi kan selalu mendapatkan medali, tapi tak pernah dapat emas. Sekarang targetnya kami ingin emas dari angkat besi, yang kemungkinan bisa diraih Eko Yuli Irawan,” ujar Rosan.

Wacana desentralisasi

Hingga saat ini, tim panahan Indonesia baru mengamankan dua tiket ke Olimpiade tahun depan yang akan digelar di Jepang. Mereka yang akan ke ajang itu ialah melalui Riau Ega dan Diananda Choirunisa yang turun di nomor perorangan putra dan putri.

Sebagai persiapan menuju Olimpiade, rencananya Ega dan Diananda akan dibina Pengurus Daerah Persatuan Panahan (Perpani) Jawa Timur.

Perpani Jawa Timur merasa latihan di Jakarta kurang maksimal. Ketua Perpani Jawa Timur Denny Trisyanto pun ingin persiapan menuju Olimpiade dilakukan secara desentra­lisasi.

Artinya, para pemanah akan dikembalikan ke daerah-daerah asal atlet agar bisa memaksimalkan pembinaan para pemanah. Keinginan Perpani Jawa Timur agar latihan dibuat desentralisasi­ juga untuk menyinkronkan dengan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional 2020 di Papua.

Namun, Wakil Ketua Umum Perpani Alman Hudri menyatakan pihaknya belum menerima informasi tersebut. “Kita kan bicaranya untuk nasional. Jadi, nanti yang menyelenggarakan ialah pengurus pusat. Harus ada kolektif kolegial,” ujar Alman.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Jenderal Perpani Rizal Barnadi. Menurutnya, tim panahan Indonesia hingga saat ini masih melakukan sentralisasi latihan.

Di sisi lain, Rizal berharap panahan bisa masuk diprioritaskan pemerintah dalam hal penerima dana persiapan menuju Olimpiade agar latihan bisa lebih maksimal. (R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More