Selasa 31 Desember 2019, 02:00 WIB

Dikenalkan, Pesawat Nirawak Elang Hitam

BY/Ant/H-3 | Humaniora
Dikenalkan, Pesawat Nirawak Elang Hitam

MI/Anggoro
Pesawat udara nirawak medium altitude long endurance (Puna MALE) Elang Hitam mampu terbang tanpa henti selama lebih dari 24 jam.

 

Pesawat udara nirawak medium altitude long endurance (Puna MALE) Elang Hitam yang tengah dikembangkan pemerintah diluncurkan melalui konsorsium pesawat terbang tanpa awak (PTTA MALE).

“Pesawat ini hasil ­rancang bangun, rekayasa, dan ­produksi anak bangsa,” ­jelas Kepala Badan ­Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza dalam ­acara Roll Out Puna MALE di PT Dirgantara Indonesia (DI), ­Bandung, Jabar, ­kemarin.

Elang Hitam ditargetkan mampu terbang tanpa henti selama lebih dari 24 jam dan memiliki pengendalian multiple UAV. Pesawat itu memiliki tinggi 2,6 m, panjang 8.65 m, dan lebar sayap 12,5 m. Pesawat direncanakan mampu melaju dengan kecepatan hingga 235 km/jam serta mampu mengudara dengan ketinggian 20 ribu kaki. Nama Elang Hitam dipilih Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro.

Pengembangan Puna MALE, lanjut Hammam Riza, bertujuan mendukung kemandirian alat utama sistem pertahanan (alutsista) negeri serta mendukung kegiatan intelijen, pengawasan, pengintaian, dan penargetan (intelligence, surveillance, reconnaissance and targeting).

Direktur Utama PT DI Elvin Goentoro menambahkan, pengembangan pesawat dilakukan konsorsium yang terdiri atas PT LEN Industri, Kementerian Pertahanan, BPPT, Institut Teknologi Bandung, dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. “Setiap instansi mengembangkan Elang Hitam sesuai bidang masing-masing, seperti persenjataan melibatkan Pindad dan persinyalan oleh PT LEN, “ imbuh Elvin.

Menurut Elvin, sebelum dipastikan layak terbang pada 2024, akan dibuat empat Elang Hitam. Pada tahap awal, pihaknya mengenalkan desain yang akan dipilih. Selanjutnya dibuat prototipe yang dilengkapi mesin dan bisa diterbangkan, dan pada tahap ketiga akan dilakukan pengujian bersama otoritas lain. “Diharapkan, Elang Hitam sudah mendapat sertifikasi pada pembautan prototipe keempat yang sudah dilengkapi fasilitas lain seperti sistem persenjataan,” jelas Elvin.

Hammam Riza menuturkan, anggaran pembuatan pesawat tahun ini Rp61 miliar, dan Rp81 miliar pada 2020. Dia optimistis ­mayoritas komponen Elang Hitam berasal dari dalam negeri. “Inilah gunanya kita mengerjakan secara terintegerasi,” jelasnya. (BY/Ant/H-3) 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More