Selasa 31 Desember 2019, 06:00 WIB

VAR Hindari si Merah dari Kekalahan

Rahmatul Fajri | Sepak Bola
VAR Hindari si Merah dari Kekalahan

Paul ELLIS / AFP
Bek Liverpool Virgil van Dijk (kiri atas) berebut bola di pertandingan antara Liverpol dan Wolverhampton Wanderers di Anfield, kemarin.

 

PENGGUNAAN video assistant referee (VAR) di Liga Primer Inggris kembali jadi sorotan. Terakhir, sukses Liverpool merebut tiga poin atas  Wolverhampton Wanderers di Anfield, kemarin dini hari, disebut juga disebabkan penggunaan teknologi tersebut.

Kemenangan ‘si Merah’ memang diwarnai keputusan kontroversial wasit Anthony Taylor. Keputusan Taylor mengesahkan gol tunggal Liverpool yang dicetak Sadio Mane di menit ke-42 dikritik. Pasalnya, dalam tayangan ulang terlihat bek Liverpool, Virgil van Dijk, menyentuh bola dengan tangan.

Wolverhampton sempat menyamakan kedudukan melalui tendangan Pedro Neto. Namun, gol tersebut dianulir Taylor karena sebelum terciptanya gol, satu pemain lain Wolverhampton terperangkap offside. Dari tayangan ulang terlihat lengan Jonny beberapa sentimeter melewati garis offside.

Kapten Wolverhampton, Conor Coady, pun melontarkan kritikannya terhadap keputusan wasit. Menurutnya, keputusan itu telah merugikan timnya.

“Saya mendengar ketika dia offside, benar kan? Van Dijk pemain yang fantastis, tapi sepertinya dia handball. Jadi, saya tidak tahu apa yang salah, tapi bagi saya ini tidak baik karena ini dua kali ketika melawan Liverpool dan Manchester City,” kata Coady.

Sementara itu, pelatih Liver­pool Juergen Klopp terlepas dari kontroversi VAR, merasa timnya mampu bermain baik pada babak pertama. “Kami mengontrol pertandingan babak pertama, tapi Wolves menyulitkan kami pada babak kedua. Fisik kami terkuras. Ini pertandingan yang sengit,” kata Klopp.

Diuntungkan

Kontroversi VAR juga diungkapkan pelatih Manchester City, Pep Guardiola. Pelatih asal Spanyol itu menilai ada ketidakkonsistenan penggunaan VAR.

Mantan pelatih Barcelona itu mengakui tim asuhannya mendapat keuntungan penggunaan VAR saat menang 2-0 atas Sheffield United. Hal itu terkait dengan gol pertama City yang dicetak Sergio Aguero di menit ke-52.    

Wasit Chris Kavanagh tetap mengesahkan gol tersebut walau pemain Sheffield melakukan protes. Kavanagh sebelumnya juga mengambil keputusan kontroversial menganulir gol Sheffield setelah melihat tayangan VAR.   

“Saya mengatakan berulang kali saya memiliki daftar besar untuk VAR. Setiap akhir pekan adalah kekacauan besar. Di pertandingan lain, itu menjadi kekacauan besar. Semoga musim depan itu bisa lebih baik,” jelasnya.

Kecaman terhadap penggunaan VAR memang telah muncul sebelumnya. Bebe­rapa klub mempertanyakan apakah keputusan Liga Primer menggunakan VAR sudah tepat. Bahkan, beberapa pihak menilai penggunaan VAR hanya untuk menguntungkan tim-tim besar.

Pelatih Norwich, Daniel Farke, mengecam keputusan membatalkan gol Teemu Pukki yang akan memberi kemenangan timnya atas Tottenham Hotspurs, Minggu (29/12).

“Tidak ada gunanya VAR membantu permainan. Seharusnya membuat gim lebih adil, tetapi tidak melakukannya. Pukki berada di belakang para pemain Tottenham,” ucap Farke. (BBC/AFP/Ykb/R-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More