Minggu 29 Desember 2019, 14:15 WIB

Kini Wanita 'Plus Size' Pun Bisa Tampil Lebih Percaya Diri

mediaindonesia.com | Humaniora
Kini Wanita

Istimewa
Empat orang KOL (key opinion leader) atau digital influencer mengajak wanita 'plus size' untuk tampil percaya diri.

 

APAKAH Anda sering mendengar tentang Body-shaming? Bully? Terjadi diskriminasi fisik saat proses rekrutmen pekerjaan maupun dalam kehidupan bersosialisasi? 

Isu-isu tersebut sangat dekat sekali dikaitkan dengan kaum wanita yang memiliki postur tubuh gemuk dan cenderung berbobot ekstra.

Kaum wanita ini harus cukup kuat dalam melawan stigma kecantikan yang ada di masyarakat, bahwa wanita ideal selalu identik dengan tubuh langsing, kulit putih, dan selalu terlihat menarik dengan outfit yang bervariasi dan cantik.

Stigma tersebut juga kerap membuat wanita bertubuh gemuk atau 'plus-size', menghadapi banyak tantangan dalam bersosialisasi, berkarier bahkan  dalam meraih mimpi mereka.

Adalah, Xtoxplus sebagai salah satu pelopor clothing line big size di Indonesia, yang kini mulai bergerak secara cerdas untuk dapat menginspirasi kaum wanita berbobot gemuk dan 'plus-size' untuk kembali semangat dalam mengeksplorasi diri.

Insirasi itu melalui sebuah kampanye digital berjudul #XtraordinaryYou - dengan pesan tersirat, “Fisik bukanlah halangan semua wanita untuk berprestasi dan tampil menarik.” – yang diunggah di akun Instagram dan Youtube Xtoxplus.

Sebagai brand dan clothing line industry yang sudah mendalami dunia model dan gaya pakaian plus-size sejak tahun 2010, Xtoxplus sangat memahami bahwa wanita bertubuh big size juga membutuhkan gaya pakaian modis, bervariasi, dan juga nyaman. Hal ini dipandang penting dalam membangun kualitas penampilan dan nilai kecantikan diri yang unik bagi mereka

Mengutip dari hasil penelitian dan data dari Dailymail.UK, pada  2018, yang mengatakan bahwa, 77% responden wanita obesitas di dunia, ternyata mengalami kesulitan menemukan pakaian yang nyaman dan sesuai dengan karakter pribadi mereka masing-masing.

Selain itu, Xtoxplus juga meluncurkan video kampanye yang akan memberikan gambaran penting bahwa kepercayaan diri seseorang dapat tumbuh dari kenyamanan dan penerimaan terhadap diri sendiri (self-acceptance).

Program kampanye ini didukung oleh empat orang KOL (key opinion leader) atau digital influencer yang  telah menjadi  pelanggan setia dari brand Xtoxolus serta berhasil merepresentasikan perwakilan kaum wanita berbobot plus size yang tetap percaya diri dengan penampilan mereka sehingga meraih kesuksesan secara professional dan berprestasi dalam beberapa bidang di antaranya:

Fahima Badib-8 XL, seorang Professional Belly Dancer dengan berat 103 kg, berhasil mematahkan stigma bahwa seorang penari perut harus selalu bertubuh langsing. Ia sukses menjadi penari perut Indonesia yang bertubuh gemuk.

“Jangan biarkan siapapun dan apapun menghalangi dirimu, karena perempuan itu lebih dari sekedar fisik saja. Remember that, knowledge is power!” ucap Fahima di Jakarta, Minggu (29/12).

Ni Putu Chandra, 5 XL, akrab dipanggil Tutu adalah seorang Beauty Vlogger yang menyelesaikan studi master degree-nya di Queensland University Australia.

Ia menjadi  salah satu fashion dan make up enthusiast serta content creator yang mengkampanyekan bahwa setiap perempuan memiliki hak untuk terlihat cantik tanpa menekankan pada jenis dan warna kulit, tipe rambut maupun ukuran tubuh dan baju yang dipakainya.

 “Beauty is being confident and comfortable with your own body and also with yourself,” tuturnya.

 Sealy Rica, 7XL, Fashion Enthusiast & Influencer, mampu tetap tegar melawan body shamming dan bullying di masyarakat dengan keunikan dirinya. Lebih jauh lagi, ia akan selalu mengeksplorasi gaya pakaian, make up, dan kecantikan untuk kaum wanita plus size. 

“Menjadi pribadi yang menyenangkan tidak melulu memerlukan wajah cantik atau tubuh kurus karena semua itu berangkat dari hati yang tulus,” ucapnya.

Shena Malsiana, 5 XL, seorang billboard singer telah berhasil menciptakan image yang kuat pada dirinya sendiri dengan keunikannya dalam berpenampilan dan berkarya dalam bermusik dan bernyanyi. Menurutnya, kesuksesan dan dukungan akan dapat mudah diraih.

"Namun kita harus berdamai dulu dengan diri kita sendiri. Karena fisik itu hanya mendatangkan, tetapi menjadi pribadi yang baik itu yang bertahan,” ujar Shena.

Keberadaan para KOL Xtoxplus telah memberikan contoh inspirasi nyata kepada semua wanita plus-size di luar sana, bahwa mereka punya kesempatan untuk meraih impian dan menjadi apapun yang diinginkan, asalkan mau berusaha dan pantang menyerah. (OL-09)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More