Senin 30 Desember 2019, 23:40 WIB

Kim Jong-un kembali Gertak Washington

Hym/A-1 | Internasional
Kim Jong-un kembali Gertak Washington

Jung Yeon-je / AFP
Orang-orang menonton televisi saat pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berpidato, di sebuah stasiun kereta api di Seoul, kemarin.

 

PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong-un kembali menggertak Amerika Serikat. Saat berpidato di pertemuan partai komunis negeri itu pada Sabtu (28/12) dan Minggu (29/12), Kim menyerukan langkah-langkah positif dan ofensif untuk memastikan kedaulatan dan keamanan negara.

“Pada pertemuan partai, Kim menekankan perlunya mengambil langkah-langkah positif dan ofensif untuk sepenuhnya menjamin kedaulatan dan keamanan negara, sebagaimana disyaratkan oleh situasi saat ini,” menurut laporan media pemerintah.

Kim tidak menjelaskan apa arti ‘tindakan ofensif’. Namun, sejumlah pihak meyakini Korea Utara mungkin dapat mengakhiri negosiasi tentang denuklirisasi dengan Amerika Serikat, dan memulai kembali pengujian senjata utama.

Adapun frasa ‘langkah-langkah positif dan ofensif’ tampaknya menyiratkan lebih lanjut untuk memperkuat program senjata Korea Utara taktis atau strategis, atau keduanya--kata Minyoung Lee dari laman spesialis NK News.

“Liputan media pemerintah tentang sidang pleno besok, atau pidato Tahun Baru Kim Jong-un, mungkin akan memberikan wawasan lebih lanjut tentang tindakan Kim selanjutnya,” tambahnya.

Pyongyang mengancam awal tahun ini untuk mengambil ‘jalan baru’ jika Washington gagal menawarkan konsesi dalam pembicaraan nuklir hingga akhir tahun ini.

Sebelumnya, Korut telah mengancam akan mengirimkan ‘kado Natal’ kepada AS jika tenggat akhir tahun ini terlewati. Namun, hingga saat ini AS belum terlihat akan mengubah sikap.

Presiden AS Donald Trump juga masih tetap menerapkan ­sanksi ekonomi terhadap Korut atas program nuklir dan misil balistiknya.

Menurut media pemerintah Korea Utara, KCNA, Kim membuka pertemuan partai pada Sabtu (28/12) dan memimpin sesi pada Minggu (29/12). Laporan juga mengindikasikan pertemuan akan berlanjut pada Senin. Sidang pleno partai ialah salah satu badan pembuat keputusan tertinggi negara komunis meskipun sebagian besar kebijakan dikemukakan Kim yang memegang kekuasaan absolut.

Dalam menanggapi peryataan Kim Jong-un, penasihat keamanan ­nasional Gedung Putih, Robert O’Brien, mengatakan dirinya tidak ingin berspekulasi.

“Akan tetapi, kita punya banyak cara dan tekanan tambahan yang bisa dihadapkan ke Korea Utara,” ucap O’Brien.

Lebih lanjut O’Brien mengatakan bahwa program nuklir Korut ialah tantangan yang tersulit dalam pemerintahan Donald Trump. Strategi diplomasi langsung dari Trump, menurut O’Brien, membuat Kim Jong-un berpikir ulang untuk menyerang AS. (Hym/A-1)

Baca Juga

AFP/GEORGE FREY

Brasil Abaikan Keputusan WHO Soal Hydroxychloroquine

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 26 Mei 2020, 10:41 WIB
Aturan di Brasil merekomendasikan dokter di sistem kesehatan publik untuk meresepkan chloroquine atau hydroxychloroquine bagi pasien yang...
AFP/ ISABEL INFANTES

Inggris akan Izinkan Toko Dibuka Kembali pada 15 Juni

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 26 Mei 2020, 09:46 WIB
Dikutip dari BBC, pedagang harus mematuhi pedoman baru untuk melindungi para pembeli dan...
AFP/Fabrice COFFRINI

WHO Peringatkan Gelombang Kedua Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 26 Mei 2020, 09:09 WIB
Ada juga kemungkinan tingkat infeksi bisa naik lagi lebih cepat jika langkah-langkah untuk menghentikan gelombang pertama dicabut terlalu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya