Senin 30 Desember 2019, 20:19 WIB

PKS Dukung Pembentukan Pansus Jiwasraya

PKS Dukung Pembentukan Pansus Jiwasraya

MI/ADAM DWI
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid

 

WAKIL Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan partainya mendukung pembentukan panitia khusus (pansus) terkait persoalan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

"PKS setuju dan sangat mendukung (pembentukan Pansus Jiwasraya), bahkan sudah 2 hari ini Ketua Fraksi PKS menyampaikan setuju sekaligus mendukung pembentukan Pansus Jiwasraya Gate," kata Hidayat di kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, hari ini.

Menurut dia, Pansus Jiwasraya sudah layak dibentuk karena dalam kasus tersebut terdapat dugaan kerugian yang sangat besar, mencapai Rp13,7 triliun dan merugikan sekitar 5 juta nasabah.

Hidayat yang juga Wakil Ketua MPR RI mengatakan bahwa kasus Jiwasraya sangat memprihatinkan sehingga harus membongkar tuntas kasus itu karena tidak bisa hanya secara formalitas siapa yang salah.

"Kalau hanya melalui pendekatan hukum itu sisi-sisi yang lebih dalamnya tidak bisa diangkat karena mungkin hanya formalitas siapa salah. Mengapa bersalah? Tidak akan diungkap di sana," ujarnya.

Hidayat menilai kasus Jiwasraya tidak boleh terulang kembali karena kerugian yang ditimbulkannya sangat besar sehingga perlu dilakukan dua pendekatan dalam menyelesaikannya, yaitu pendekatan hukum dan politik melalui pembentukan pansus di DPR.

Ia menilai pembentukan pansus tersebut untuk membongkar tuntas kasus tersebut dan menjadi komitmen DPR RI dalam kontrol serta pengawasan dalam pemberantasan kasus dugaan tindak pidana korupsi.

"Beberapa partai sudah menyampaikan sikap setuju. Hal ini sudah melampaui karena pengusulannya hanya diperlukan 40 orang anggota DPR," katanya.

Hidayat menegaskan bahwa pembentukan Pansus Jiwasraya dalam rangka mengembalikan kepercayaan publik kepada asuransi, penegakan hukum, pemberantasan korupsi, dan mengembalikan uang para nasabah.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More