Senin 30 Desember 2019, 16:46 WIB

Pemerintah Kembangkan Puna Male Black Eagle

Bayu Anggoro | Nusantara
Pemerintah Kembangkan Puna Male Black Eagle

MI/Bayu Anggoro
Direksi BUMN dan perwakilan kementerian saat memperkenalkan desain Puna Male Black Eagle di hanggar PT DI Bandung, Senin (30/12/2019).

 

PEMERINTAH bersama sejumlah BUMN dan instansi negara lainnya tengah mengembangkan pesawat udara nir awak medium altitude long endurance (PUNA MALE). Selain bisa terbang dalam jangkauan yang jauh, rencananya alat pantau ini pun akan dilengkapi dengan sistem persenjataan.

PUNA MALE yang diberi nama Black Eagle ini diperkenalkan kepada awak media di hanggar PT DI, di Bandung, Senin (30/12/2019). Direktur Utama PT DI  Elvin Goentoro mengatakan, pengembangan pesawat nir awak ini dilakukan bersama sejumlah instansi negara lainnya seperti PT LEN Industri, Kementerian Pertahanan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian Pertahanan, Institut Teknologi Bandung, dan LAPAN sejak 2015.

Setiap unsur negara ini akan mengembangkan PUNA MALE sesuai dengan bidangnya masing-masing.

"Untuk persenjataannya nanti akan dilibatkan juga PT Pindad, persinyalan oleh PT LEN," katanya.

Sebelum ditargetkan bisa terbang pada 2024, Elvin menjelaskan pengembangan pesawat tanpa awak ini masih pada tahap perancangan desain. Berdasarkan data yang diperoleh, PUNA MALE memiliki tinggi 2,6 meter, panjang 8,65 meter,  dan lebar sayap 12,5 meter. Nantinya, pesawat nir awak ini direncanakan mampu mengudara dengan ketinggian 20 ribu kaki, serta memiliki kecepatan hingga 235 km/jam.

"Nantinya PUNA MALE juga mampu mengangkut beban hingga 1.300 kg," katanya.

Dia menambahkan, pesawat tanpa awak karya anak bangsa ini memiliki kelebihan lainnya yaitu mampu lepas landas dan mendarat pada landasan pendek yakni hanya 700 meter. Tak hanya itu, nantinya PUNA MALE mampu terbang nonstop hingga 30 jam.

"Selain itu juga akan ditambahkan dengan sistem persenjataan. Nanti akan dikerjasamakan dengan PT Pindad," katanya seraya menyebut sistem persinyalan akan dikerjakan PT LEN.

Sebelum dipastikan layak terbang pada 2024, menurutnya akan dibuat empat PUNA MALE Black Eagle. Pada tahap awal ini pihaknya mengenalkan desain yang akan dipilih.

"Sekarang masih development manufacturing," katanya.  

Selanjutnya, akan dibuat prototipe kedua yang sudah dilengkapi dengan mesin dan bisa diterbangkan.

"Mudah-mudahan tahun depan (2020) sudah bisa terbang," katanya.

Selanjutnya, pada prototope ketiga pihaknya akan melakukan pengujian bersama otoritas terkait lainnya.

Dengan begitu, diharapkan PUNA MALE Black Eagle sudah mendapat sertifikasi pada pembuatan prototype keempat yang sudah dilengkapi dengan fasilitas lainnya seperti sistem persenjataan. Di tempat yang sama, Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, pengembangan secara keroyokan ini akan memudahkan pembuatan tersebut.

Selain itu, dia optimistis nantinya PUNA MALE ini akan memiliki tingkat komponen dalam negeri yang mayoritas.

"Inilah gunanya kita mengerjakan secara terintegerasi," katanya.

Hammam menyebut nantinya pesawat tanpa awak ini akan sangat diperlukan. Selain untuk menjaga kedaulatan wilayah, PUNA MALE pun mampu dimanfaatkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

"TNI AU membutuhkan ini, bagaimana untuk pengawasan ilegal logging, ilegal fishing," katanya.

Dia menyebut, pada tahun ini pihaknya menghabiskan Rp61 miliar untuk pengembangan pesawat tanpa awak ini. Pada 2020 mendatang, BPPT pun telah menganggarkan untuk pengembangan PUNA MALE sebesar Rp81 miliar. Menurutnya, dalam pembuatan ini diperlukan penguasaan teknologi secara komprehensif.

"Ada teknologi kunci yang harus kita kuasai, bukan hanya membuat PUNA," katanya.

Ia menjelaskan pentingnya penguasaan flight control system, radar, data link, serta unsur strategis lainnya. Dengan dikembangkan bersama unsur negara lainnya yang memiliki keahlian di bidang masing-masing, dia meyakini seluruh sistem dalam pesawat nir awak canggih akan dikuasai anak bangsa.

baca juga: Diguyur Air Bentuk Syukuran Puluhan Polisi Polres Tasikmalaya

"PT DI pengalaman dalam engineering yang bersifat komersial. Kita akan bersama-sama membangun kemampuan kita untuk detail engineering design terhadap seluruhnya," kata Hamma seraya mengatakan belum mengetahui berapa biaya produksi untuk setiap unitnya. (OL-3)

 

Baca Juga

Antara

Jubir Gugus Tugas Pastikan Gubernur Sumut tidak sedang Isolasi

👤Henri Siagian 🕔Sabtu 28 Maret 2020, 19:15 WIB
Aris tidak bersedia berkomentar soal Wagub...
MI/Lilik Dharmawan

Purbalingga Sanksi Rp500 Ribu bagi ODP Kedapatan Jalan-Jalan

👤Lilik Dharmawan 🕔Sabtu 28 Maret 2020, 18:40 WIB
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan seluruh ODP di Purbalingga wajib menggunakan gelang yang telah disiapkan...
Antara

Gubernur Ganjar Tetapkan Pemudik ke Jateng Otomatis Berstatus ODP

👤Haryanto 🕔Sabtu 28 Maret 2020, 18:10 WIB
Pasalnya, kata Ganjar, terjadi peningkatan kasus positif covid-19 yang sangat cepat di Jawa Tengah. Dalam waktu tiga hari, pasien positif...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya